Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (223)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

Produk barang maupun jasa pembesaran penis masih memiliki banyak peminat. Pasalnya, ukuran organ reproduksi yang satu ini masih pula diyakini sebagai sesuatu yang krusial dalam urusan kepuasan di ranjang. Makin besar ukuran penis, makin besar pula kepuasan hubungan seks yang dilakukan.

Namun, benarkah ukuran penis memengaruhi kepuasan seksual? Benarkah pernyataan 'size matters' merupakan fakta atau justru mitos yang sudah terlanjur menyebar sebagai keyakinan di masyarakat?

Keunggulan sunat fine sealer menjadi salah satu pertimbangan bagi Ayah Bunda yang hendak menyunatkan buah hati. Metode fine sealer memang tergolong baru, tetapi terbukti aman karena minim rasa sakit dan tidak memerlukan pemasangan alat ataupun perban. Dengan metode ini, anak tidak akan merasa takut ketika disunat. Selain itu, risiko trauma pasca sunat pun sangat rendah.

Metode sunat fine sealer tengah hangat diperbincangkan. Maklum saja, metode ini menawarkan proses sunat yang relatif cepat dan minim rasa sakit. Hasil sunat juga rapi dan tampak lebih estetik. Selain itu, harganya masih tergolong ramah kantong. Bagi Ayah Bunda yang tertarik menyunatkan anak dengan metode ini, simak persiapan sunat fine sealer berikut ini!

Sunat bayi fine sealer adalah inovasi terbaru yang menawarkan sunat tanpa rasa sakit, tanpa alat, dan tanpa perban. Sunat sendiri merupakan salah satu prosedur medis yang dilakukan untuk menjaga alat vital tetap bersih. Tak banyak yang tahu bahwa sunat sudah dipraktikkan sejak peradaban Mesir Kuno. Di Indonesia, sunat biasa dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Tidak hanya karena alasan budaya dan agama, tetapi juga kesehatan.

Dulu praktik sunat dianggap sebagai prosedur medis yang menyakitkan. Namun, kini terdapat banyak metode sunat minim rasa sakit yang dapat Ayah Bunda jadikan pilihan untuk buah hati. Salah satunya adalah metode sunat fine sealer.

Alat kelamin bengkak setelah disunat adalah kondisi yang normal terjadi. Idealnya, pembengkakan tersebut akan kempis sendiri dalam beberapa hari. Itulah mengapa, pasien khitan perlu menjalankan perawatan pasca sunat yang tepat untuk memastikan lukanya cepat kering dan terhindar dari infeksi. Untuk itu, simaklah penjelasan berikut ini dan temukan solusi untuk alat kelamin bengkak pasca dikhitan!

Sunat bayi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari mencegah infeksi saluran kemih hingga penyakit menular seksual. Karena alasan itulah, kini banyak orang tua yang memutuskan untuk mengkhitankan anak mereka saat masih bayi. Pun, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat prosedur sunat harus segera dilakukan pada bayi. Kondisi seperti apa? Berikut ini penjelasannya!

Sebagai orang tua yang memiliki anak laki-laki, Ayah Bunda tentu sudah mulai menimbang-nimbang, soal kapan waktu paling tepat untuk melakukan sunat. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian memutuskan untuk melaksanakan prosedur pembuangan kulup pada bayi laki-laki yang baru lahir. Hal ini tentunya karena manfaat sunat bayi sendiri terbilang cukup banyak. Apa saja? Berikut penjelasannya!

Apakah Ayah Bunda pernah mendengar fakta bahwa tubuh manusia bisa bertahan tanpa makan selama 3 – 4 minggu, tetapi hanya bertahan 4 – 7 hari jika tanpa minum? Artinya, air putih sangat penting untuk tubuh. Bahkan, sebanyak dua pertiga tubuh kita terdiri dari air, lo!

Proses sunat terkadang memang terdengar mengerikan. Bayangkan, ada bagian tubuh yang dipotong lalu perlu dirapikan kembali melalui jahitan atau lem bedah. Walaupun saat ini sudah bertambah metode sunat yang lebih aman dan minim efek samping, tidak jarang terjadi juga keluhan setelah anak sunat.

Dispepsia atau gangguan lambung memang sangat mengganggu apabila dibiarkan. Sensasi begah, kembung, hingga mual sering dirasakan oleh penderita. Awalnya, kondisi dispepsia yang sering juga dikenal dengan GERD ini disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur.

Setahun berjalannya pandemi Covid-9, kita sudah mulai beradaptasi dengan the new normal atau normal yang baru. Kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti resepsi pernikahan, perkumpulan ibadah, perkantoran, atau kegiatan olahraga sudah mulai diperbolehkan dengan kondisi khusus.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi