Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (223)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

Lazimnya sunat dijalani oleh anak berusia di bawah 12 tahun. Sunat memang wajib bagi umat muslim, tetapi sunat juga bermanfaat bagi kesehatan laki-laki secara umum. Salah satunya terkait kesehatan seksual pria dewasa. 

Namun, benarkah status sunat mempengaruhi fungsi seksual pria? Apakah sunat dewasa tetap memberikan manfaat bagi pria? Yuk, cek dahulu kebenarannya di sini. 

Perawatan setelah anak menjalani sunat adalah tahap yang sangat penting. Perawatan yang baik akan membuat pemulihan anak lebih cepat. Selain itu, risiko yang tidak diinginkan juga bisa dihindari. Jika luka sunat dirawat dengan rajin, anak bisa segera kembali beraktivitas.

Nah, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi anak pasca sunat adalah makanan yang dikonsumsi. Makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang cukup akan mendukung proses penyembuhan luka sunat pada anak. Apa saja jenis makanan yang baik dikonsumsi setelah sunat? Yuk, simak ulasannya!

Sunat electric cauter atau sunat laser merupakan salah satu metode sunat yang bisa dipilih. Ini adalah tindakan medis memotong kulit pada ujung kepala penis dengan menggunakan alat khusus yaitu electric cauter

Ada yang mengatakan sunat electric cauter tidak disarankan karena dianggap tidak aman. Sejumlah berita menyebutkan tentang bahaya sunat electric cauter pada anak. Namun, apakah benarkah metode sunat ini sebaiknya tidak dilakukan?

Stigma sunat menakutkan berangsur-angsur hilang seiring pesatnya perkembangan metode khitan yang kian mutakhir. Beberapa teknik pun mulai dipraktikan sebagai alternatif metode konvensional yang prosesnya dinilai lebih menyakitkan. Salah satunya adalah sunat stapler.

Sunat electric cauter adalah alternatif metode sunat konvensional. Risiko pendarahannya minim, dengan prosedur dan proses pemulihan yang relatif lebih cepat. Apa itu sunat cauter? Apakah perawatannya sama seperti teknik khitan lain? Berikut ini beberapa catatan yang bisa Ayah Bunda jadikan pertimbangan saat memilih teknik electric cauter untuk sunat si kecil.

Perawatan pasca khitan itu gampang-gampang susah. Ayah Bunda harus meyakinkan anak untuk melakukannya dengan benar. Hal ini tentu saja demi menghindari risiko infeksi dan komplikasi lain.

Perlu diketahui, lama waktu penyembuhan berbeda pada masing-masing orang, tergantung metode sunat yang dijalani serta kondisi kesehatan setelahnya. Lalu, seperti apa sih ciri-ciri luka sunat mau sembuh? Bagaimana cara tepat perawatan luka sunat anak? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Bagi laki-laki dewasa, perlu tidaknya melakukan sunat tidak hanya sebagai pertimbangan urusan agama. Dari segi kesehatan, sunat dewasa nyatanya juga direkomendasikan oleh para ahli medis.

Apa sih metode sunat yang paling baik untuk anak? Pertanyaan ini pasti kerap lalu-lalang di pikiran Ayah Bunda. Seperti diketahui, ada beberapa metode yang tersedia, mulai dari konvensional, electric cauter hingga yang tidak perlu dijahit seperti metode stapler, klamp, dan metode favorit saat ini yaitu metode Fine Sealer. Masing-masing tentunya punya kelebihan dan ciri khas tersendiri, baik itu dari proses, alat, biaya, hingga cara merawat dan lama penyembuhannya. Nah, agar tidak bingung, simak penjelasannya berikut ini.

Semakin canggihnya teknologi kedokteran memungkinkan Ayah Bunda memilih metode sunat yang nyaman untuk si kecil. Di antara sekian banyak metode yang ada, ada sunat electrical cauter yang bisa dipilih. Sebelum memilih metode sunat electrical cauter (dikenal juga dengan istilah sunat laser), Ayah Bunda harus mengetahui berbagai hal terkait metode sirkumsisi ini termasuk durasi penyembuhan dan cara perawatannya di rumah.

Di Indonesia, sunat atau sirkumsisi merupakan hal yang umum dilakukan oleh para pria. Ada yang melakukan sunat karena alasan kesehatan dan ada juga yang karena alasan budaya dan agama. Meskipun banyak orang disunat ketika masih kecil, tidak sedikit yang baru menjalaninya ketika sudah dewasa. Bagi mereka yang sudah dewasa dan ingin disunat, biaya dan metode yang digunakan tentu berbeda dengan sunat anak.

Ayah Bunda mungkin pernah mendengar istilah sunat gagal. Gagal sunat memang bisa saja terjadi setelah proses sirkumsisi selesai dilakukan. Ini bisa dilihat pada bagian kulup kepala penis yang masih tersisa. Jika sunat dilakukan dengan benar, seharusnya bagian kulup sampai lingkaran kepala penis sudah terpotong rapi. 

Seiring dengan semakin majunya teknologi kedokteran, metode yang digunakan untuk melakukan sunat atau sirkumsisi juga semakin beragam. Beberapa cara sunat sengaja didesain demi kenyamanan dan mengurangi rasa sakit. Salah satu metode sunat yang saat ini semakin populer di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta adalah sunat klamp.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi