Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (223)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

Di Indonesia, sunat atau khitan bukan sekadar operasi untuk menghilangkan kulup penis saja. Khitan kerap dianggap sebagai momen khusus sehingga banyak orang tua yang menyelenggarakan acara syukuran setelahnya. Biaya hajatan ditambah biaya khitan tentu akan cukup membebani jika dananya tidak dipersiapkan jauh-jauh hari.

 Metode sunat konvensional adalah metode sirkumsisi yang sudah lama dikenal. Meski merupakan teknik lama, tetapi sampai saat ini banyak orang yang masih menggunakannya. Walaupun proses penyembuhannya tergolong lama, tetapi sunat konvensional paling minim risiko dibanding dengan metode lain.

Di dunia medis, sunat atau sirkumsisi merupakan serangkaian prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan kulup atau kulit yang menutupi bagian kepala penis. Meski umum dilakukan ketika anak-anak, tetapi tidak sedikit yang menjalani prosedur sunat ketika sudah dewasa. Alasan menjalani khitan pun beragam, baik itu karena kesehatan, agama, ataupun budaya.

 Gagal sunat mungkin terdengar menyeramkan. Faktanya, kejadian semacam ini memang bisa saja terjadi dalam prosedur sirkumsisi atau sunat pada anak maupun orang dewasa. Kasus gagal sunat bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan bentuknya pun bermacam-macam. Jika anak Ayah Bunda mengalami gagal sunat, maka dibutuhkan sunat perbaikan untuk mengatasinya.

Sunat sering menjadi hal menakutkan bagi anak-anak. Di bayangan anak-anak, sunat akan membuat mereka merasakan sakit dan sulit beraktivitas lantaran pemulihannya cukup lama. Namun, hal ini terjadi sebelum ditemukan metode sunat yang memungkinkan anak merasakan minimal rasa nyeri dan perdarahan. Di era modern, sunat tidak hanya dilakukan di klinik saja, melainkan juga di rumah. Bahkan, sunat di rumah lebih disukai dan dipilih orang tua lantaran dianggap lebih aman dan nyaman bagi buah hati.  

Sunat menjadi bagian tradisi masyarakat Indonesia yang sudah berlangsung lama. Bahkan, tradisi tersebut mendapat dukungan dari para tenaga medis karena sunat merupakan salah satu upaya dalam menjaga kesehatan organ reproduksi pria. Namun, apakah sunat juga memiliki pengaruh pada tingkat kesuburan pria? 

Metode sunat konvensional adalah teknik khitan yang telah ada sejak zaman dulu. Dalam metode ini, proses khitan dilakukan menggunakan peralatan relatif sederhana. Oleh karenanya, biaya sunat konvensional jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan teknik sunat yang lebih modern. 

Sunat dilakukan dengan menghilangkan bagian kulup pada penis. Proses pelaksanaannya berlangsung singkat. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Ayah Bunda akan menjumpai adanya kegagalan yang kerap disebut dengan istilah sunat gagal. 

Sunat menjadi tradisi yang sudah lama dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia. Alih-alih sunat dewasa, mayoritas masyarakat Indonesia memilih untuk melaksanakan sunat bayi atau sunat anak. Hanya saja, tak sedikit orang tua yang memilih untuk menyunatkan anak bukan karena tradisi atau kesehatan, tetapi mitos. 

Sunat anak bukan hanya berkaitan dengan metode yang digunakan. Namun, Ayah Bunda juga perlu memperhatikan secara cermat cara perawatan setelah khitan. Tanpa adanya perawatan yang baik, luka sunat dapat memburuk dan tidak kunjung sembuh. Ayah Bunda tentu tidak menginginkan kejadian tersebut menimpa si kecil, kan? 

 Sunat bayi menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Bukan hanya sebagai bagian dari ritual agama, tetapi juga karena alasan kesehatan. Di samping itu, pelaksanaan sunat ketika anak masih berusia bayi memiliki risiko yang sangat minimal dan relatif lebih cepat sembuh dibandingkan sunat anak atau dewasa. 

Lalu, kapan Ayah Bunda harus melaksanakan sunat bayi? Menurut Integral Medical Center London, usia tepat bagi si kecil untuk melalui proses sunat adalah ketika berusia antara 7-14 hari. Pada usia tersebut, risiko pendarahan sangat kecil. Selain itu, luka sunat dapat cepat sembuh karena jaringan sel bayi dalam masa pertumbuhan. 

Bagi laki-laki beragama Islam, sunat bersifat wajib hukumnya. Bukan hanya untuk memenuhi kewajiban agama, sunat sebenarnya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Jika tidak menjalani sunat, ada risiko yang bisa dialami oleh laki-laki, bahkan bisa berdampak terhadap pasangannya kelak. 

Karena itu, anak yang berkebutuhan khusus juga perlu menjalani sunat. Namun, proses sunat bisa jadi lebih sulit bergantung pada kondisi anak yang bersangkutan. Supaya berjalan dengan lancar, sunat berkebutuhan khusus tentu membutuhkan perlakuan khusus pula. 

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi