Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (223)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

Setelah menjalani sunat atau sirkumsisi, orang tua harus mengetahui cara perawatan pasca sunat yang benar. Dokter atau tenaga medis yang melakukan prosedur sirkumsisi memang umumnya akan meminta Ayah Bunda datang kembali untuk melakukan kontrol. Namun itu biasanya berselang 3 sampai 7 hari setelahnya.

Sunat perbaikan merupakan kondisi yang kerap dianjurkan ketika seseorang mengalami gagal sunat. Sunat ini dilakukan untuk memperbaiki hasil khitan sebelumnya. Pada anak laki-laki, gagal sunat dapat menyebabkan masalah kesehatan ketika beranjak dewasa. Sisa kulup pada kepala kemaluan yang belum terpotong sempurna berpotensi memicu penumpukan kotoran (smegma), iritasi, pembengkakan, dan infeksi.

Sunatan massal merupakan salah satu kegiatan yang memungkinkan buah hati Ayah Bunda dikhitan tanpa mengeluarkan biaya. Umumnya, khitan massal dilakukan oleh lembaga , perusahaan, sekolah, dll. Namun, tak sedikit orang yang mampu secara finansial menggelar acara khitan massal untuk kegiatan sosial sekaligus berbagi kebahagiaan.

 Sejak awal kemunculannya, metode sunat electric couter menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah orang menyebut bahwa metode ini aman dilakukan karena tidak menimbulkan banyak risiko. Tak sedikit juga yang berpendapat bahwa sunat electric couter ini berbahaya. Namun, benarkah demikian? Sebelum menyimpulkan, ada baiknya Ayah Bunda mengetahui fakta mengenai sunat electric couter lebih dulu. 

Metode sunat fine sealer layak dipertimbangkan oleh Ayah Bunda yang ingin menyunatkan anak di usia bayi. Pada dasarnya, sunat untuk bayi diperbolehkan. Namun, terdapat sejumlah hal yang harus dipertimbangkan lantaran sunat pada bayi cukup kompleks. Untuk meminimalisasi risiko, Ayah Bunda harus memperbanyak informasi mengenai metode sunat, kontrol post, daftar klinik sunat tepercaya di Bekasi, hingga biaya yang diperlukan. Hal ini akan membantu Ayah Bunda membuat keputusan terbaik bagi buah hati. 

Bagi sebagian besar orang tua, barangkali pasti pernah mendengar beragam mitos tentang pantangan pasca anak disunat atau dikhitan. Yang paling umum, di antaranya adalah larangan untuk mengonsumsi ikan dan telur karena dikhawatirkan akan memperlambat proses penyembuhan. Padahal, justru sebaliknya, makanan yang  mengandung protein tinggi akan lebih cepat menyembuhkan luka.

Dalam kultur masyarakat Indonesia, sunat atau khitan pada laki-laki sangat penting untuk dilakukan. Tak hanya demi kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan akil baligh dalam ajaran agama Islam. Karena itulah, umumnya, sunat atau yang dalam istilah medis disebut sirkumsisi ini dilakukan pada masa kanak-kanak; masa sebelum anak memasuki akil baligh.

Sunat tidak lagi menjadi prosedur kesehatan yang menakutkan, terutama setelah ditemukannya berbagai metode khitan yang minim sakit. Sebagai contoh, sunat fine sealer yang dipelopori oleh Klinik Sunat 123 telah menjadi salah satu jenis metode sirkumsisi yang terbukti minim sakit dan mudah perawatannya.

Secara medis, sunat atau sirkumsisi dapat diartikan sebagai proses melepaskan kulit penutup penis (prepusium) dengan tindakan operasi, jahitan, dan teknik lainnya. Seperti diketahui, selain teknik sunat konvensional, kini telah hadir beragam metode yang lebih praktis dan kian ramah anak, sebut saja seperti klamp, lem, dan yang terbaru FineSealer.

Membujuk anak untuk sunat tentunya bukan hal yang mudah. Apalagi, setiap kali mendengar kata “sunat”, si kecil mungkin akan langsung membayangkan jahitan luka yang tampak menyakitkan. Namun tenang, kini telah tersedia beragam metode sunat tanpa jahit yang bakal membuat jagoan kecil Ayah Bunda menjadi lebih berani untuk melalui proses sirkumsisi.

Nah, untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini tentang keunggulan jenis-jenis metode sunat yang tidak membutuhkan jahitan seperti fine sealer, klamp, dan stapler!

Fine sealer dikenal sebagai salah satu metode sunat yang “ramah” anak dan bayi. Hal itu karena prosedur khitan ini tidak membutuhkan pemasangan alat pada luka sehingga pasien pun tidak diwajibkan untuk kontrol. Tidak cuma itu, lho. Pasien yang menjalani prosedur pembuangan kulup dengan metode ini bisa mandi seperti biasa setelah menunggu hanya 1 x 24 jam saja.

Nah, ingin membawa si jagoan kecil untuk melakukan metode sunat minim sakit ini? Namun sebelum itu, yuk cari tahu dahulu apa saja yang perlu dilakukan dalam perawatan sunat fine sealer yang tepat!

Sebagaimana Ayah Bunda ketahui, cukup banyak metode sunat yang tersedia. Klinik 123 memperkenalkan inovasi terbaru, yakni metode fine sealer yang minim sakit dan tanpa pemasangan alat sehingga anak tak perlu takut ketika mendengar kata sunat. Dibandingkan metode sunat konvensional, proses sunat fine sealer tergolong cepat. Pasalnya, tidak memerlukan jahitan dan pemasangan alat pasca sunat.

Menarik, bukan? Yuk, cari tahu lebih banyak lagi mengenai sunat fine sealer melalui penjelasan berikut ini!

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi