fbpx

Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Apakah Ada Pantangan pada Metode FineSealer

Artikel Kesehatan Senin, 05 Juli 2021 13:49
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Sunat 123 - Apakah Ada Pantangan pada Metode FineSealer Sunat 123 - Apakah Ada Pantangan pada Metode FineSealer

Bagi sebagian besar orang tua, barangkali pasti pernah mendengar beragam mitos tentang pantangan pasca anak disunat atau dikhitan. Yang paling umum, di antaranya adalah larangan untuk mengonsumsi ikan dan telur karena dikhawatirkan akan memperlambat proses penyembuhan. Padahal, justru sebaliknya, makanan yang  mengandung protein tinggi akan lebih cepat menyembuhkan luka.

Tak berhenti di situ, masih banyak mitos berkembang berkenaan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau dikonsumsi pasca sunat. Tentunya, Ayah Bunda harus jeli untuk membedakan mana yang hanya sekadar mitos dan yang tergolong pantangan secara medis.

Adakah pantangan pada metode FineSealer?

Perlu diketahui bahwa FineSealer adalah metode sunat terbaru yang menggabungkan tiga teknik, yakni bipolar, klamp, dan lem. Keunggulan utamanya adalah teknik sunat ini tidak perlu memasang alat dan tidak perlu diperban, sehingga buah hati tidak perlu kontrol untuk membuka klamp/perban. Metode ini bisa diterapkan pada anak dengan kondisi penis normal, tidak gemuk, dan tidak tenggelam.

Nah, apakah pada teknik sunat ini juga ada pantangan?

Pada dasarnya, tidak ada pantangan FineSealer yang perlu dikhawatirkan. Ayah Bunda tak perlu terlalu parno memikirkan ketentuan makanan yang boleh atau tidak untuk dimakan. Yang terpenting, perbanyak asupan nutrisi, utamanya protein agar luka bekas pemotongan cepat kering dan sembuh.

Untuk lebih jelasnya, berikut bahan makanan yang kandungan gizinya dapat membantu proses penyembuhan luka.

1. Telur

Ayah Bunda barangkali sering mendengar larangan orang tua zaman dulu bahwa pasca sunat tidak boleh makan telur. Padahal, perlu diketahui bahwa telur sangat baik untuk proses penyembuhan luka. Kandungan proteinnya yang tinggi mampu memperbaiki jaringan kulit yang rusak serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Tomat

Tomat juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Pasalnya, kandungan senyawa likopen dan fenol di dalamnya disebut-sebut sebagai antioksidan terbaik untuk melawan radikal bebas. Kandungan ini pula yang nantinya bermanfaat untuk mencegah kanker dan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan vitamin C-nya juga akan membantu menghindari terjadinya infeksi.

3. Bayam

Jangan pernah menganggap sayuran sebagai pantangan FineSealer ya, Bun. Karena nyatanya, ada banyak sayuran hijau yang sangat bermanfaat untuk buah hati pasca sunat. Salah satunya adalah bayam yang banyak mengandung zat besi. Kandungan zat besi ini akan sangat bermanfaat untuk membantu mengaktifkan vitamin guna menjaga kesehatan kulit. Tak hanya itu, senyawa sulfur di dalamnya juga akan mendukung terjadinya sintesis kolagen kulit.

4. Brokoli

Selain bayam, brokoli juga bisa menjadi pilihan sayuran pasca sunat. Kandungan gizinya yang beragam membuat sayuran ini sangat cocok untuk dikonsumsi oleh orang-orang dalam masa penyembuhan, termasuk sang buah hati yang baru selesai dikhitan.

Jika brokoli dikonsumsi dengan kadar yang cukup, vitamin C di dalamnya sudah memenuhi kebutuhan harian. Vitamin C ini sendiri sangat baik untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit akibat proses pemotongan kulup pada ujung penis. Selain itu, brokoli juga mengandung vitamin K yang bagus untuk merawat kesehatan kulit.

5. Kacang Polong

Bagi yang suka kacang-kacangan, kacang polong juga sangat disarankan untuk dikonsumsi pasca sunat. Kacang ini mengandung senyawa zinc yang sangat baik untuk terjadinya pembelahan sel. Pembelahan sel inilah yang nantinya membantu tubuh menggunakan protein guna mempercepat sembuhnya luka.

Nah, itulah beberapa makanan yang bisa dikonsumsi agar luka pasca sunat bisa segera sembuh. Ayah Bunda tak perlu lagi khawatir soal pantangan FineSealer, karena sejatinya yang terpenting adalah fokus pada perawatan buah hati. Usahakan pula pilihlah tempat sunat tepercaya, seperti Sunat123 agar bisa mendapatkan pelayanan jasa dan konsultasi terbaik.

dr. Vino Daniel

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Selengkapnya di dalam kategori ini: « Bagaimana Hasil dari Metode FineSealer

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi