Setelah Khitan, Pilih Pakai Popok atau Celana Sunat Bayi? Featured

Artikel Kesehatan Wednesday, 20 April 2022 09:18
Rate this item
(0 votes)
Sunat 123 - Setelah Khitan, Pilih Pakai Popok atau Celana Sunat Bayi? Sunat 123 - Setelah Khitan, Pilih Pakai Popok atau Celana Sunat Bayi?

Sunat bayi menjadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dibandingkan sunat ketika usia sekolah atau dewasa, sunat ketika bayi memiliki berbagai keuntungan. Salah satunya adalah risiko komplikasi yang minim dan luka sunat lebih cepat sembuh. 

Hanya saja, pelaksanaan sunat ketika anak masih bayi tetap memunculkan pertanyaan besar bagi para orang tua. Salah satu pertanyaan tersebut adalah terkait perawatan setelah sunat. Banyak orang tua yang bingung antara memilih untuk mengenakan celana sunat bayi atau popok.

Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Perawatan Sunat Bayi

 

Sebelum membahas tentang pertanyaan terkait pemilihan celana sunat bayi atau popok, Ayah Bunda perlu memahami hal-hal penting terkait perawatan luka sunat. Ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua, yaitu: 

  1. Menjaga kebersihan penis. Ayah Bunda bisa mengenakan popok atau celana longgar. Namun, pastikan bahwa pemakaiannya disertai dengan upaya menjaga kebersihan alat kelamin bayi. Lakukan penggantian popok atau celana longgar sudah terlalu basah.
  2. Ketika memandikan bayi, lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai luka sunat basah oleh cipratan air. Tegantung metode yang digunakan apabila mengunakan metode electric cauter/konvensional.
  3. Hindari penggunaan popok atau celana yang terlalu ketat dan bahan kasar. Hal ini penting untuk menghindari adanya gesekan antara penis bayi dengan kain. 

Dari penjabaran tersebut, Ayah Bunda bisa tahu kalau penggunaan celana sunat maupun popok diperbolehkan asal tidak terlalu ketat. Oleh karena itu, Ayah Bunda tidak perlu khawatir terkait pemilihannya.

Metode Sunat Terkini, Bebas Pakai Celana dan Boleh Mandi

 

Hal-hal terkait perawatan setelah sunat yang telah disebutkan, perlu Ayah Bunda perhatikan ketika menggunakan metode sunat terdahulu. Namun, situasinya akan berbeda ketika Ayah Bunda memilih untuk menyunat bayi dengan metode sunat terkini. Lewat metode canggih tersebut, bayi bisa mengenakan popok atau celana dan bahkan dimandikan seperti biasa. 

Metode sunat terkini itu adalah smart klamp. Teknik sunat smart klamp dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk mirip tabung. Alat khusus smart klamp tersebut memiliki ukuran yang bervariasi, sehingga dapat digunakan tidak hanya untuk sunat bayi, tetapi juga sunat anak dan sunat dewasa.

Penggunaan metode smart klamp menawarkan dua kelebihan utama yang tidak dimiliki oleh metode sunat lain, yaitu: 

  1. Tanpa perban. Saat sunat, biasanya dokter akan melakukan pemasangan perban pada luka khitan. Namun, Ayah Bunda tidak akan menjumpainya ketika menggunakan teknik smart klamp. Bahkan, metode sunat ini dilakukan tanpa disertai jahitan. Oleh karena itu, tidak heran kalau smart klamp sangat pas untuk sunat bayi atau anak yang masih sering ngompol. 
  2. Boleh mandi. Hal yang tak kalah penting adalah bayi yang disunat dengan metode smart klamp diperbolehkan mandi seperti biasa. Alasan utamanya adalah karena teknik ini dilakukan dengan membungkus penis bayi dengan jepitan klamp. Keberadaan jepitan tersebut dapat memastikan bahwa luka sunat tetap kering dan tidak terkena cipratan air. 

Nah, sampai di sini Ayah Bunda sudah dapat memahami dan tidak perlu bingung terkait penggunaan celana sunat bayi dan popok, kan? Hal yang paling penting, pastikan perawatan luka sunat dilakukan dengan baik. Biasanya, luka sunat akan sembuh dalam jangka tiga sampai tujuh hari, bergantung metode yang dipakai. 

Hal yang tak kalah penting, Ayah Bunda perlu memperhatikan adalah terkait pemilihan klinik sunat. Gunakan klinik sunat yang menggunakan tenaga dokter profesional dan tepercaya. Solusi tersebut bisa Ayah Bunda dapatkan hanya di Sunat 123. Menariknya lagi, Sunat 123 menyediakan berbagai metode layanan sunat, lho!

Yuk, pilih sunat bayi di Sunat 123.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi