Telp. (021) 214 818 02

Sunat 123

Pusat Sunat Modern dengan dokter sunat dan tim yang handal dan profesional.

Bisakah Orang Dewasa Terkena Fimosis?

Artikel Kesehatan Jumat, 16 Agustus 2019 10:43
Nilai butir ini
(1 Pilih)
sunat123.com - Bisakah Orang Dewasa Terkena Fimosis sunat123.com - Bisakah Orang Dewasa Terkena Fimosis

 

Salah satu penyakit yang rentan menyerang organ kelamin adalah fimosis. Kondisi kesehatan in ditandai dengan kecilnya lubang kencing yang ada di kulup penis sehingga kulup tidak bisa ditarik ke arah belakang kepala penis. Fimosis umumnya terjadi pada bayi. Namun, tak jarang orang dewasa juga mengalami hal serupa.

Pada dasarnya, fimosis masih terbilang wajar dan normal selama masih di usia bayi atau balita. Akan tetapi jika kondisi ini berlanjut sampai masa pubertas, segeralah minta pertolongan dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Sebab jika tak ditangani dengan baik, fimosis dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih kompleks.

Gejala Fimosis

Secara umum, fimosis tidak menunjukkan gejala-gejala yang berarti kalau fimosis yang terjadi masih parsial atau lubang di kulup penis masih agak lebar dan air kencing masih lancar keluar. Namun, apabila dibiarkan bekas sisa air kencing akan mengendap dan berkerak dikulit kulup bagian dalam dan kepala penis sehingga biasanya penderita akan merasakan nyeri dan penggelembungan kulup saat buang air kecil atau berhubungan seks. Kotoran yang menumpuk di bawah kulup juga rentan menyebabkan infeksi. Pada kondisi yang lebih parah, penderita akan kesulitan saat buang air kecil, timbul sakit dan perdarahan saat ereksi, kulit penis akan berwarna kemerahan disertai bengkak dan nyeri.
Meski begitu, Anda tak seharusnya melakukan self-diagnose. Untuk mendapat kepastian yang lebih jelas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan anamnesa riwayat penyakit dan pemeriksaan di bagian penis untuk mengetahui tingkat keparahan fimosis.

Apa Penyebab Fimosis?

  1. Usia
    Seiring bertambahnya usia, kelenturan kulit kulup akan ikut berkurang sehingga sulit ditarik ke posisi awal.
  2. Peregangan yang Keras
    Tarikan dan peregangan yang terlalu keras dapat menyebabkan kulup robek dan mengalami peradangan yang dalam proses penyembuhannya akan menimbulkan skar di ujung kulit kulupnya dan berakhir pada fimosis.
  3. Riwayat Medis
    Riwayat medis berupa diabetes juga berisiko menyebabkan fimosis. Pada penderita diabetes mudah sekali terjadi gatal dan peradangan di daerah kulit yang lembab termasuk daerah sekitar penis. Garukan yang berulang bisa menimbulkan iritasi dan infeksi. Bekas luka kadang berakhir dengan pembentukan jaringan parut di bagian kulup. Parut yang ada di ujung kulup penis ini biasanya akan membuat kulit berkurang kelenturannya sehingga sulit ditarik. Adapun jenis infeksi yang umum terjadi adalah balanitis (peradangan pada kepala penis) dan balanoposthitis (peradangan pada kulup dan kepala penis).
  4. Sebab Lainnya
    Kondisi kesehatan lain yang dapat memicu terjadinya fimosis pada orang dewasa adalah hubungan seksual tidak aman, psosiaris, ruam dan gatal, serta eksim.

Pengobatan Fimosis

Karena bukan termasuk kondisi serius, pengobatan fimosis terbilang sederhana. Untuk awal biasanya diberikan terapi medikamentosa atau pemberian obat. Dokter biasanya hanya meresepkan beberapa obat seperti:

  • Steroid topikal
    Obat ini mengandung kortikosteroid dan umumnya tersedia dalam bentuk gel, krim, atau salep yang dioleskan pada kulup. Tujuannya agar kulit kulup lebih lentur dan mudah untuk ditarik.
  • Krim antijamur
    Krim ini hanya diberikan pada penderita fimosis yang sudah mengalami infeksi yang diakibatkan oleh jamur
  • Antibiotik
    Untuk mengatasi infeksi bakteri, dokter juga akan meresepkan obat-obatan antibiotik oral maupun antibiotik topikal berupa salp atau krim.

Sunat untuk Menyembuhkan Fimosis

Pada orang dewasa, penggunaan kondom dan pelumas juga dianjurkan untuk mencegah rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual. Selanjutnya jika infeksi terjadi berulang meski sudah dibantu dengan konsumsi obat-obatan, maka untuk tindakan selanjutnya adalah terapi yang sifatnya operatif. Untuk terapi ini dokter akan menyarankan tindakan berupa sunat atau sirkumsisi.

Nah, untuk mencegah terjadinya fimosis, Anda sangat disarankan untuk menjaga kebersihan penis dengan cara:

  1. Membersihkannya dengan air usai mandi dan BAK agar smegma yang menumpuk di bawah kulup hilang.
  2. Memakai sabun ringan non-alkohol untuk membersihkan penis agar tidak timbul iritasi.
  3. Menarik kulup dengan perlahan-lahan saat dibersihkan agar tidak terasa nyeri.

Nah, jika Anda juga mengalami masalah kesehatan yang sama dan berniat untuk melakukan khitan, datang saja ke Sunat 123. Klinik sunat modern ini menyediakan beragam layanan sunat berkualitas dan aman yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasaq.

Dengan peralatan canggih dan fasilitas lengkap, dapatkan pengalaman berkhitan yang nyaman hanya di Sunat 123!

dr. Iman Hilmansyah

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Pilihan

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi

Tentang Kami

Hai, sunat123.com adalah Pusat Sunat Modern yang didirikan oleh beberapa Dokter Umum dan Dokter Bedah yang berpengalaman luas dalam bidang sunat .

Sunat 123 memposisikan diri sebagai klinik yang fokus memberikan berbagai pelayanan Sunat Modern yang dilakukan  oleh dokter dan tim yang handal dan profesional.

Kontak Kami

Sunat 123 Jakarta
Jl. Percetakan Negara No. 52-C
Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat 10570
No. Telp:
(021) 214 818 02, 0822 19 123 123
Sunat 123 Cibitung (Segera Dibuka)
Jl. Teuku Umar No. 22, Kel. Telaga Asri, Kec. Cikarang Barat
Kab. Bekasi. Jawa Barat