Sunat Tidak Lagi Sakit, Kenali Metode Khitan Klamp Featured

Artikel Kesehatan Wednesday, 20 April 2022 07:15
Rate this item
(0 votes)
Sunat 123 - Sunat Tidak Lagi Sakit, Kenali Metode Khitan Klamp Sunat 123 - Sunat Tidak Lagi Sakit, Kenali Metode Khitan Klamp

Di Indonesia, sunat merupakan tradisi yang kental dengan nilai agama. Praktik ini biasanya dilakukan pada anak usia SD hingga menjelang SMP. Seiring berkembangnya zaman dan semakin meningkatnya kesadaran akan manfaat sunat, banyak yang mulai melakukan praktik ini sejak bayi atau ketika sudah beranjak dewasa.

Sunat atau khitan sendiri merupakan tindakan mengangkat kulit pada ujung penis (kulup). Tujuannya tentu saja, untuk mencegah penis terpapar risiko berbagai penyakit kelamin. Tanpa tindakan sunat, bagian kulup akan mudah kotor atau menjadi penyebab timbulnya penyakit seperti fimosis.

Inilah mengapa dalam perjalanannya, sunat atau khitan tidak hanya dilakukan oleh umat Islam. Banyak dokter di luar negeri ikut menerapkan praktik kesehatan ini untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan reproduksi pria. Awalnya, sunat dilakukan menggunakan metode konvensional.

Prosedur ini melibatkan tindakan bedah ringan dengan bantuan anestesi, pisau bedah, benang, dan jarum. Masa penyembuhan metode konvensional cukup memakan waktu, yaitu hingga 10 hari dan menimbulkan rasa sakit pada pasien selama beberapa hari pertama. 

Hal ini membuat para ahli mencari metode baru untuk mempercepat masa pemulihan dan meminimalisasi rasa sakit. Salah satu metode yang dianggap bisa mewakili tujuan tersebut adalah sunat klamp. Lalu, apa sebenarnya metode khitan klamp dan perbedaannya dengan metode konvensional?

Mengenal Khitan Klamp

Metode ini melibatkan alat bernama klamp yang berbentuk seperti penjepit dan memiliki tabung di bagian tengahnya. Fungsi utama tabung adalah untuk melindungi penis selama tindakan dan setelah sunat dilakukan. Meskipun diklaim tanpa rasa sakit, untuk melakukan tindakan ini pasien masih harus dibius lokal.

Dalam pelaksanaannya, penis pasien akan dilindungi dengan klamp lalu dikunci tepat di bagian kulupnya. Fungsi kuncian adalah untuk menghentikan peredaran darah sementara sehingga tidak terjadi pendarahan ketika khitan dilakukan. Setelah dikunci, bagian kulup akan dipotong menggunakan pisau bedah.

Meskipun terjadi pemotongan kulup, di akhir tindakan pasien tidak akan mendapat jahitan. Hal ini karena, pada metode klamp tidak akan timbul luka terbuka atau darah yang mengharuskan tindakan jahit dilakukan. Setelah prosesnya selesai, klamp biasanya baru akan dilepas selama 4-6 hari.

Terlihat mudah bukan berarti metode ini bisa dilakukan sembarangan. Pilihlah ahli atau klinik khitan profesional untuk melakukan khitan klamp. Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bukan perbedaan metode klamp dan konvensional. Bicara mana yang terbaik, masing-masing tentu memiliki keunggulan masing-masing.

Lalu, apa keunggulan sunat klamp jika dibandingkan dengan sunat menggunakan metode konvensional?

Keunggulan Metode Klamp

Setidaknya ada beberapa keunggulan metode klamp yang membuat tindakan ini lebih disukai dibanding metode konvensional, yaitu:

1. Masa Pemulihan Lebih Cepat

Berbeda dengan metode konvensional, pada metode klamp pasien bisa langsung beraktivitas tanpa kesulitan untuk berjalan. Setelah sunat boleh mandi kena air.  Tidak adanya pendarahan merupakan salah satu sebab mengapa pada metode ini rasa sakit anak bisa diminimalisasi.

2. Tidak Perlu Mengganti Perban

Selain itu, tidak timbulnya pendarahan juga meminimalisasi penggunaan perban. Anak bisa langsung menggunakan celana tanpa harus repot mengganti perban selama beberapa waktu sekali untuk menghindari luka tambahan seperti iritasi.

Itulah ulasan tentang sunat klamp. Apabila ingin berkonsultasi dulu tentang metode sunat terbaik untuk buah hati, Ayah Bunda bisa kunjungi klinik Sunat 123. Semoga bermanfaat.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi