Sunat Konvensional, Electric Cauter, dan Klamp, Mana yang Terbaik untuk Anak? Featured

Artikel Kesehatan Wednesday, 20 April 2022 07:17
Rate this item
(0 votes)
Sunat 123 - Sunat Konvensional, Electric Cauter, dan Klamp, Mana yang Terbaik untuk Anak? Sunat 123 - Sunat Konvensional, Electric Cauter, dan Klamp, Mana yang Terbaik untuk Anak?

 Sunat merupakan sebuah tindakan medis yang bertujuan untuk menghilangkan bagian kulup pada penis pria. Tujuannya, agar alat kelamin terlindungi dari berbagai risiko penyakit kelamin berbahaya seperti fimosis, HPV, bahkan HIV. Selama ini, praktik sunat erat dengan tradisi Islam.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, banyak orang mulai mengetahui manfaat sunat atau khitan. Dunia kedokteran pun mulai mengakui manfaat tindakan medis ini bagi kesehatan alat reproduksi pria. Saat ini, sunat pun berkembang menjadi salah satu praktik kesehatan yang banyak dilakukan oleh pria.

Jika bicara waktu terbaik untuk melakukan sunat, jawabannya tentu saja ketika kita masih berusia bayi dan anak-anak. Selain memudahkan proses penyembuhan, bayi dan anak-anak juga belum memiliki aktivitas seksual yang terlalu aktif. Sunat ketika  bayi dan anak-anak juga akan lebih cepat menghindarkan kita dari berbagai penyakit.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang ragu tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat. Mereka khawatir anak akan merasa sakit dan terpaksa harus membatasi aktivitas mereka selama masa pemulihan. 

Nah, apabila Ayah Bunda termasuk dari orang-orang tersebut jangan terlalu khawatir. Di dunia kesehatan, ada banyak metode sunat yang bisa dipilih seperti konvensional, sunat laser atau electric cauter, dan metode klamp. Ketiganya diketahui memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Metode Sunat Terbaik untuk Anak

Sebelum menentukan mana metode terbaik untuk anak, sebelumnya mari kita bahas dulu masing-masing metode sunat yang biasanya digunakan:

1. Sunat Konvensional

Metode konvensional termasuk salah satu yang paling lama dan telah digunakan sejak bertahun-tahun silam. Pada metode ini, alat yang digunakan adalah anestesi, pisau bedah, jarum dan benang. Metode ini melibatkan praktik bedah ringan dan menggunakan bius lokal pada penis.

Penggunaan bius diperlukan agar pasien tidak merasa sakit ketika sunat dilakukan. Setelah dibius lokal, biasanya dokter akan mulai melakukan sunat dengan cara menyayat kulup lalu mengangkatnya. Karena menggunakan pisau bedah atau gunting, ada luka yang timbul dari tindakan ini.

Hal tersebut membuat dokter menjahit luka yang timbul dan membungkusnya dengan perban untuk meminimalisasi interaksi luka dengan air atau udara. Proses bedah dalam sunat konvensional biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit lebih.

Selama proses penyembuhan, pasien disarankan untuk tidak beraktivitas terlalu berat. Dalam proses perawatannya, pasien diharapkan selalu mengganti perban selama beberapa periode agar luka cepat kering. Proses pemulihan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 – 10 hari.

2. Sunat Electric Cauter

Dikenal pula dengan nama laser, metode ini menggunakan alat yang namanya sama. Jadi alih-alih menggunakan pisau bedah, kulup dalam sunat laser diangkat menggunakan filamen electric cauter yang menimbulkan panas. Meskipun mungkin kulit anak akan terasa hangat, tetapi metode ini minim pendarahan.

Luka yang muncul akibat penggunaan electric cauter biasanya akan dijahit. Berbeda dengan sunat konvensional, metode laser hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dan manfaat sunat laser pun tidak berbeda jauh dengan metode lainnya.

Begitu tindakan selesai dilakukan, anak bisa langsung beraktivitas seperti biasa karena tidak ada luka yang harus ditunggu pemulihannya. Kalaupun ada luka atau bekas, hal itu ditimbulkan oleh electric cauter. Luka yang timbul juga biasanya berupa luka bakar ringan.

3. Metode Klamp

Disebut klamp karena metode ini menggunakan alat bernama serupa. Klamp sendiri merupakan alat berupa tabung yang dikelilingi pengunci. Fungsi pengunci adalah untuk meminimalisasi timbulnya pendarahan. Dalam tindakan sunat klamp, penis pasien akan dimasukkan ke dalam tabung lalu dikunci.

Selanjutnya dokter akan menggunakan pisau bedah untuk mengiris kulup, karena tidak ada pendarahan dan luka, tidak ada proses menjahit. Dokter akan membiarkan klamp terkunci selama 4-6 hari. 

Metode klamp termasuk paling singkat, tindakan ini hanya butuh waktu sekitar 7 – 15 menit. Proses penyembuhannya pun cepat karena tidak ada luka jahitan yang harus diperban. 

Kesimpulan

Baik itu konvensional, sunat laser, maupun metode klamp sama-sama aman bagi anak. Semua tergantung di mana praktik sunat dilakukan dan siapa yang melakukannya. Selama jasa yang dipakai cukup ahli dan profesional seperti klinik Sunat123, ketiganya pasti memberi lebih banyak manfaat dibanding kerugian.

Jadi, metode sunat apa yang Ayah Bunda pilih untuk buah hati nanti?

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi