Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Solusi Sunat Anak Bertubuh Gemuk Ada di Sunat 123

Artikel Kesehatan Senin, 20 Januari 2020 13:09
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
sunat123.com - Solusi Sunat Anak Bertubuh Gemuk Ada di Sunat 123 sunat123.com - Solusi Sunat Anak Bertubuh Gemuk Ada di Sunat 123

Dalam Agama Islam, seorang anak laki-laki diwajibkan untuk disunat. Tradisi ini bukan semata-mata untuk melaksanakan perintah agama, tapi juga bermanfaat secara kesehatan yaitu menjaga kebersihan kemaluan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, prosedur pelaksanaan sunat pun semakin beragam. Salah satunya sunat gemuk yang sekarang semakin banyak dicari.

Sunat gemuk merupakan teknik sunat khusus yang diperuntukkan untuk anak-anak atau orang dewasa yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Mengapa orang yang bertubuh gemuk memerlukan teknik sunat yang berbeda? Ini karena ada 2 masalah yang mungkin muncul pada penisnya yakni:

  1. Mikropenis

Mikropenis merupakan ukuran alat vital yang lebih kecil dari rata-rata ukuran alat vital yang sesuai dengan usianya. Postur tubuh yang besar memang kerap membuat penis terhimpit sehingga pertumbuhannya di bawah rata-rata.

  1. Buried Penis

Kondisi kedua disebut dengan buried penis atau keadaan di mana penis berukuran normal, namun tampak kecil karena ditutupi lapisan lemak di bawah perut.

Kedua kondisi di atas adalah pertimbangan penting yang membuat kenapa anak bertubuh gemuk perlu penanganan sunat yang berbeda. Tingkat kesulitan menentukan sebanyak apa kulit yang akan dipotong juga semakin tinggi karena sebagian batang penis yang tertutup atau tenggelam dalam lemak di daerah sekitar kemaluannya.

Jika bagian kulit terlalu banyak yang dibuang, penis akan tampak pendek ketika ereksi dan kadang menimbulkan ketidaknyamanan pada anak. Begitu juga ketika pemotongan terlalu sedikit malah akan berisiko penis kembali tertutup kulit. Jika ini terjadi, mau tidak mau anak harus melakukan sunat ulang. Bagi sebagian anak, ini tentu akan meninggalkan trauma karena harus disunat hingga 2 kali.

Penanganan Sunat untuk Anak Gemuk

Banyak orang tua yang masih belum paham bahwa kondisi tubuh anak berpengaruh pada teknik sunat yang akan digunakan.  Dulu, sunat gemuk baru bisa dilakukan setelah anak mendapatkan terapi hormon, diet, dan olah raga. Terapi hormon kadang menimbulkan trauma juga kepada anak karena beberapa dokter memberikan horman dengan cara injeksi.  Anak yang dalam pertumbuhan biasanya akan sulit untuk diberikan program diet. Pembatasan porsi makan kadang dianggap sebagai siksaan sehingga sangat susah ditaati si anak. Dengan program olah raga, sering kali sangat sulit diterapkan. Anak- anak yang gemuk justru biasanya terjadi pada anak-anak yang kurang gerak atau agak malas berolah raga. Kalau tidak dipaksa atau didampingi, anak akan cepat bosan atau hilang semangat untuk berolah raganya. Semua masalah ini  tentu akan menyulitkan dan memerlukan waktu yang lama agar sunatnya bisa segera dilaksnakan.

Tapi Ayah Bunda tidak perlu khawatir karena Sunat 123 sudah menyediakan solusi untuk Ayah Bunda yang ingin meng-khitankan anaknya yang bertubuh gemuk tanpa harus melakukan terapi hormon, diet, atau berolah raga ketat terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menggunakan teknik yang tepat oleh tenaga dokter profesional.

Teknik yang biasa dilakukan untuk sunat pada anak gemuk antara lain adalah dengan membuat sayatan, jahitan serta  simpul yang berbeda dengan sunat biasa. Penggunaan jarum juga dipilih yang sekecil mungkin untuk menghindari terjadinya pendarahan berlebihan saat proses sunat berlangsung. Proses pembiusan hingga pembuatan jahitan juga dibuat dengan lebih rapat agar kulit kulup tidak menutup lagi. Dengan begitu, si kecil yang bertubuh gemuk pun tidak harus menghadapi risiko penis pendek apalagi harus sunat ulang.

Perawatan Setelah Sunat

Anak bertubuh gemuk memiliki kelenjar lemak dan keringat yang banyak. Kondisi lipatan tubuh juga membuat kotoran dan debu lebih banyak dan bertumpuk. Karena itu, memerhatikan kebersihan setelah sunat adalah hal yang sangat penting agar tidak terjadi infeksi yang membuat proses penyembuhan jadi semakin lama. Jahitan setelah sunat juga tidak boleh dibiarkan basah dan perban pun harus diganti berkala.

Jika dalam waktu 12 jam setelah sunat anak masih belum bisa buang air kecil secara normal atau terjadi pendarahan, ada baiknya Ayah Bunda menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Urusan sunat bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Kesalahan penanganan bisa berakibat buruk. Karena itu, serahkan urusan sunat gemuk anak Ayah Bunda hanya pada Sunat 123 untuk mendapatkan layanan terbaik bagi si kecil.

Terakhir diubah pada Senin, 16 Maret 2020 11:10
Triwahyudi ZE, dr, MARS

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi