Benarkah Sunat pada Anak Sebaiknya Dilakukan sebelum Memasuki Masa Pubertas?

Artikel Kesehatan Saturday, 20 March 2021 02:05
Rate this item
(0 votes)
Sunat 123 - Benarkah Sunat pada Anak Sebaiknya Dilakukan sebelum Memasuki Masa Pubertas? Sunat 123 - Benarkah Sunat pada Anak Sebaiknya Dilakukan sebelum Memasuki Masa Pubertas?

Sunat adalah kewajiban bagi anak laki-laki dalam agama Islam. Selain menjadi bagian dari syariat, hal ini juga bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan alat reproduksi, serta mencegah berbagai penyakit di area kelamin.

Saat ini, banyak masyarakat yang percaya bahwa sunat sebaiknya dilakukan sebelum anak menginjak usia remaja atau usia “puber”. Selain itu, sunat anak pubertas juga dianggap lebih aman, serta dipandang sebagai tanda bahwa seorang anak sudah siap beranjak dewasa.

Benarkan sunat sebaiknya dilakukan sebelum anak memasuki masa pubertas? Mari simak beberapa fakta di bawah ini.

Dilihat dari Sudut Pandang Medis

Terlepas dari alasan keagamaan, pertama-tama Ayah Bunda harus memahami sudut padang medis mengenai waktu yang tepat untuk melakukan sunat pada anak. Secara umum, sunat dalam dunia medis terbagi menjadi dua kategori saja, yaitu sunat di bawah usia satu bulan dan sunat di atas usia satu bulan. Ini berarti, sunat di usia pubertas masuk ke dalam golongan kedua.

Di Indonesia sendiri, sunat di bawah usia satu bulan masih sangat jarang ditemukan. Padahal, praktik ini adalah hal yang wajar dilakukan di luar negeri. Praktik ini dianggap lebih aman, mudah, serta murah.

Adapun sunat di atas satu bulan atau di masa pubertas sejatinya dilakukan untuk menurunkan risiko munculnya berbagai penyakit yang menyerang organ intim, seperti infeksi saluran kemih, HIV, phimosis, hingga HPV. Dengan kata lain, sunat pada dasarnya baik untuk dilakukan di segala usia; lebih cepat lebih baik.

Sunat dan Pertumbuhan Badan Si Kecil

Banyak orang yang percaya bahwa sunat dapat memicu percepatan masa pubertas pada anak. Hal ini terjadi karena kebanyakan tubuh anak akan tumbuh dengan cepat setelah disunat. Apakah ini hanya sekadar mitos atau memang fakta?

Ternyata, pertumbuhan badan anak tidak ada hubungannya dengan praktik sunat. Percepatan pertumbuhan secara signifikan dipengaruhi oleh faktor usia, bukan efek dari sunat anak pubertas. Hanya saja, sunat yang dilakukan pada masa pre-pubertas kebetulan berdekatan waktunya dengan perubahan kondisi fisik pada anak secara intens (growth spurt). Inilah yang membuat banyak orang keliru.

Sebagai contoh, usia pubertas pada anak berada di kisaran 8 sampai 15 tahun. Apabila anak disunat pada umur 6 tahun, ia harus menunggu setidaknya 8 tahun untuk mengalami puber dan percepatan pertumbuhan badan.

Komplikasi yang Makin Rentan di Usia Dewasa

Sebagian besar orang percaya bahwa sunat harus dilakukan sebelum masa pubertas karena melakukannya di usia dewasa dapat memicu berbagai komplikasi. Anggapan ini sejatinya tidak salah, tetapi juga tidak bisa dikatakan akurat seratus persen.

Pada dasarnya, sunat adalah langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko munculnya penyakit kelamin. Jadi, orang yang sudah berusia dewasa dan mengidap penyakit kelamin tidak akan lantas sembuh karena menyunat penisnya. Dalam hal ini, sunat di masa pubertas jauh lebih baik.

Adapun risiko komplikasi sunat pada orang yang sehat sangatlah rendah, hanya sekitar 0,19% sampai 0,6% saja. Persentase ini menggambarkan bahwa sunat memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada risikonya.

Penutup

Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa sunat anak pubertas ternyata jauh lebih baik daripada sunat yang dilakukan setelah masa tersebut. Sebagai informasi, jika Ayah Bunda sedang mencari tempat sunat yang pas untuk si kecil, Sunat123 dapat menjadi solusi tepat untuk mengantarkannya ke gerbang kedewasaan.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi