Telp. (021) 214 818 02

Sunat 123

Pusat Sunat Modern dengan dokter sunat dan tim yang handal dan profesional.

Mengapa Sunat Wanita pada Dewasa Tidak Diperlukan?

Artikel Kesehatan Sabtu, 27 Oktober 2018 15:03
Nilai butir ini
(1 Pilih)
sunat123.com - Mengapa Sunat Wanita pada Dewasa Tidak Diperlukan? sunat123.com - Mengapa Sunat Wanita pada Dewasa Tidak Diperlukan?

Praktik sunat pada wanita umum ditemukan di wilayah Afrika, Asia, dan Timur Tengah. Sejak 1980-an, pelaksanaan sunat tersebut dikenal sebagai upaya untuk sejajar dengan laki-laki yang juga mengalami sunat. Sebagian lain menyebutkan bahwa sunat wanita adalah untuk kesopanan dan kecantikan.

Dalam Permenkes RI Nomor 1636/MENKES/PER/XI/2010, makna sunat perempuan adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris. Sunat ini hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu, yaitu dokter, bidan, atau perawat yang memiliki izin kerja.

Menimbang aspek kesehatan dan keselamatan perempuan, peraturan ini dicabut melalui Permenkes 6 Tahun 2014. Dalam pencabutan tersebut, terdapat imbauan kepada Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’k untuk menerbitkan pedoman penyelenggaraan sunat perempuan yang menjamin kesehatan dan keselamatan perempuan serta tidak melakukan female genital mutilation (FGM).

Sunat Wanita Menurut MUI

Berkaitan dengan sunat pada wanita, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sejumlah fatwa. Pertama, mengenai status hukum khitan perempuan. MUI menegaskan bahwa khitan bagi laki-laki maupun perempuan adalah fitrah (aturan) dan syiar Islam. Kedua, khitan adalah makrumah dan dilaksanakan sebagai bentuk ibadah yang dianjurkan.

Selanjutnya, MUI juga memberikan pernyataan tentang batas dan cara khitan perempuan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan khitan. Pertama, khitan perempuan hanya menghilangkan selaput yang menutupi klitoris. Khitan perempuan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris (insisi dan eksisi), yang dapat mengakibatkan dloror (bahaya atau kerugian).

Sunat dan FGM

Berdasarkan fatwa MUI tersebut, prosedur pelaksanaan sunat wanita di Indonesia dilakukan tanpa memotong atau melukai klitoris. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di beberapa negara di Afrika. Menurut data UNICEF pada 2016, sekitar 200 juta wanita yang ada di 30 negara pernah menjalani prosedur sunat atau sirkumsisi. Sebagian menjalani prosedur sunat yang tidak tepat.
World Health Organization (WHO) mengungkap, prosedur yang dengan sengaja mengubah atau menyebabkan cedera pada organ kelamin wanita karena alasan nonmedis adalah female genital mutilation (FGM). FGM dibagi atas 4 tipe, yaitu:

  1. Tipe 1 atau klitoridektomi, yaitu menghilangkan sebagian atau seluruh klitoris atau lipatan kulit di sekitar klitoris.
  2. Tipe 2 atau eksisi, yaitu menghilangkan sebagian atau seluruh klitoris dan labia minora disertai dengan atau tanpa eksisi labia majora.
  3. Tipe 3 atau infibulasi, yaitu menyempitkan lubang vagina dengan membuat segel penutup.
  4. Tipe 4, yaitu prosedur berbahaya lainnya yang dilakukan pada organ genital wanita dengan tujuan nonmedis, termasuk penusukan, pengirisan, penggoresan, atau perlubangan.

Sunat Pada Wanita Dewasa

Praktik FGM merusak jaringan genital wanita yang sebelumnya normal dan mengganggu fungsi alami tubuh wanita. Komplikasi yang dapat terjadi adalah rasa sakit yang parah, haemorrhage (pendarahan), pembengkakan jaringan genital, demam, infeksi (di genital, saluran kemih, dan bahkan ke seluruh tubuh), masalah pada buang air kecil, cedera, shock, bahkan kematian.

Selain itu, FGM juga dapat menyebabkan masalah pada organ genital, yaitu menstruasi yang menyakitkan dan rasa nyeri pada saat berhubungan seksual. Sunat wanita juga dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan. Prosedur sunat yang mempersempit vagina biasanya akan menimbulkan kesulitan pada saat melahirkan.

Masalah lain yang menimpa wanita yang pernah mengalami sunat adalah masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, rasa rendah diri, dan gangguan stres pascatrauma.

Sebenarnya, sunat wanita pada dewasa tidak perlu dilakukan. Salah satu alasannya adalah karena selaput pelapis klitoris pada wanita dewasa sudah hilang sehingga sunat tidak lagi diperlukan. Karena rentan menjadi FGM, pelaksanaannya juga perlu melalui langkah bijak dan dengan prosedur yang tepat.

Untuk berkonsultasi atau melakukan prosedur sunat yang tepat, Anda dapat menghubungi klinik Sunat 123 terlebih dahulu. Klinik ini juga menyediakan layanan sunat untuk laki-laki dewasa, anak-anak maupun bayi dengan metode sunat modern.

Terakhir diubah pada Minggu, 28 Oktober 2018 17:15
dr. Shinta Chairiah

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi

Tentang Kami

Hai, sunat123.com adalah Pusat Sunat Modern yang didirikan oleh beberapa Dokter Umum dan Dokter Bedah yang berpengalaman luas dalam bidang sunat .

Sunat 123 memposisikan diri sebagai klinik yang fokus memberikan berbagai pelayanan Sunat Modern yang dilakukan  oleh dokter dan tim yang handal dan profesional.

Kontak Kami

Alamat
Jl. Percetakan Negara No. 52-C
Rawasari, Cempaka Putih
Jakarta Pusat 10570
No. Telp
(021) 214 818 02
0822 19 123 123