Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Manfaat dan Resiko Sunat Bayi Menurut Pakar Dokter Sunat 123 Cibitung

Artikel Kesehatan Jumat, 29 Januari 2021 15:41
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Sunat 123 - Manfaat dan Resiko Sunat Bayi Menurut Pakar Dokter Sunat 123 Cibitung Sunat 123 - Manfaat dan Resiko Sunat Bayi Menurut Pakar Dokter Sunat 123 Cibitung

Apakah Ayah Bunda baru saja dikaruniai seorang bayi laki-laki? Hal yang paling penting untuk diperhatikan pada awal kehidupan anak adalah kesehatannya. Nah, untuk memastikan anak selalu dalam keadaan sehat, orang tua harus memberikan nutrisi yang tepat.

Apakah Ayah Bunda baru saja dikaruniai seorang bayi laki-laki? Hal yang paling penting untuk diperhatikan pada awal kehidupan anak adalah kesehatannya. Nah, untuk memastikan anak selalu dalam keadaan sehat, orang tua harus memberikan nutrisi yang tepat.

Manfaat Sunat Bayi

Orang tua yang bijak harus mengetahui manfaat dari setiap tindakan yang dilakukannya demi anak, termasuk saat menyunatkan anak pada usia bayi. Menurut Dr. Naenda Stasya, pakar dokter dari klinik Sunat 123 Cibitung, Cikarang, Bekasi, berikut manfaat yang akan dirasakan setelah sunat bayi.

  • Mengurangi risiko infeksi pada penis

Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan oleh Montreal Children’s Hospital, Canada, pada sejumlah laki-laki yang telah disunat, risiko infeksi saluran kemih lebih kecil karena tindakan ini. Karena itu, jika dilakukan lebih cepat, risikonya pun bisa dihindari lebih awal.

Dibandingkan orang dewasa, bayi lebih rentan terkena infeksi saluran kencing. Hal ini karena sebagian uretra masih terlihat di balik kulup (kulit penutup ujung alat vital laki-laki). Jika bagian ini tidak dibersihkan dengan baik, infeksi akan lebih mudah untuk terjadi.

Jadi, bayi yang tidak disunat berisiko lebih tinggi menderita infeksi saluran kemih dibanding bayi yang disunat. Salah satu alasannya adalah karena penis yang disunat lebih mudah dijaga kebersihannya.

  • Mengatasi Kondisi Fimosis

Manfaat sunat bayi lainnya adalah menghindari terjadinya fimosis pada bayi. Fimosis adalah kondisi ketika kulup menjadi lebih sempit sehingga tidak bisa ditarik. Akibatnya, kepala penis pun tidak bisa terlihat dari luar. Hal ini akan menyulitkan orang tua membersihkan bagian ini. Selain itu, fimosis dapat menyebabkan dampak terhadap kehidupan seksual anak saat dewasa.

Di beberapa kasus, kulup pada penis dapat menempel kuat di kepala penis dan menyebabkan fimosis. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan pada kulup atau pada kepala penis.

Ketika anak makin besar, risiko terjadinya fimosis makin besar pula. Karena itu, melakukan sunat pada usia bayi, yaitu sebelum 40 hari, akan membuat anak terhindar dari fimosis.

  • Mengurangi risiko terkena kanker penis dan penyakit menular seksual

Kanker penis adalah jenis kanker yang jarang terjadi, baik pada orang yang disunat atau tidak. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjauhkan Si Kecil dari risiko Kanker Penis adalah dengan menyunatnya. Selain dipercaya efektif mencegah anak dari bahaya Kanker Penis, sunat juga diduga dapat menurunkan risiko Kanker Prostat  ketika dewasa.

Sunat, selain untuk menyehatkan organ reproduksi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi buah hati kelak setelah dewasa. Sunat dikatakan dapat mengurangi risiko terkena Penyakit Menular Seksual.

  • Proses Lebih Mudah dan Cepat

Keunggulan menyunatkan anak pada usia bayi adalah proses yang lebih mudah dan cepat. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pembedahan hanya sekitar 5-10 menit. Setelah sunat, Ayah Bunda wajib menjaga kebersihan organ genital bayi dengan cara rajin membersihkannya. Selain itu, popok si kecil juga harus sering diganti.

Karena proses regenerasi sel pada bayi terbilang sangat cepat, pemulihan luka karena pembedahan pun lebih cepat. Jadi, anak akan sembuh dengan lebih mudah pada kondisi normal.

Risiko Sunat Bayi

Selain mengetahui manfaatnya, Ayah Bunda juga perlu mengetahui risiko yang mungkin terjadi pada saat melakukan hal ini. Sebenarnya, jika dilakukan dengan benar, tidak ada risiko yang berarti dari sunat bayi. Risiko akan timbul apabila metode sunat tidak dilakukan dengan benar karena tidak dilakukan orang yang berpengalaman dan alat yang digunakan tidak higienis.

Risiko yang biasanya terjadi adalah infeksi atau iritasi. Selain itu, jika kulup dipotong terlalu banyak, laki-laki dapat merasakan sakit saat ereksi. Risiko lainnya adalah terjadinya cedera dan komplikasi.

Namun, tak perlu khawatir jika dokter melakukan prosedur sunat secara benar dan tepat. Jaminan tersebut bisa didapatkan saat Ayah Bunda menyunatkan anak di klinik Sunat 123. Klinik ini didukung oleh para dokter yang berpengalaman melakukan sunat, baik pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.

Nah, inilah manfaat sunat bayi serta risiko yang bisa terjadi yang perlu diketahui oleh orang tua. Karena itu, percayakan sunat anak pada ahli kesehatan yang tepat.

Terakhir diubah pada Jumat, 29 Januari 2021 15:51
dr. Juri Hendrajadi

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi