Telp. (021) 214 818 02

Sunat 123

Pusat Sunat Modern dengan dokter sunat dan tim yang handal dan profesional.

Khitan dan Hukumnya Dalam Islam

Artikel Kesehatan Rabu, 14 November 2018 19:00
Nilai butir ini
(1 Pilih)
sunat123.com - Khitan dan Hukumnya Dalam Islam sunat123.com - Khitan dan Hukumnya Dalam Islam

Khitan atau sunat menjadi tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Sunat dilakukan dengan memotong sebagian alat kelamin, baik pada laki-laki atau perempuan. Tradisi ini memang diajarkan dalam Agama Islam. Namun, bagaimana dengan hukumnya? Apakah wajib, sunah, atau mubah?

Hukum Khitan Bagi Laki-Laki

Perlu diketahui, hukum khitan untuk laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan. Pada laki-laki, tujuan utama sunat adalah untuk menghilangkan najis yang ada di dalam kulup penis. Keberadaan kulup pada penis, memungkinkan adanya najis yang menempel. Alhasil, ibadah yang dilakukan oleh seorang laki-laki yang belum sunat jadi tidak sah.

Dengan landasan seperti itu, tidak heran kalau khitan pada laki-laki hukumnya wajib. Waktu pelaksanaan khitan boleh dilakukan kapan saja. Hanya saja, hal yang perlu diperhatikan, seorang laki-laki yang sudah baligh dan memiliki kewajiban untuk beribadah, harus sudah dalam kondisi dikhitan.

Pada praktiknya di masyarakat, ada banyak orang tua yang memilih untuk mengkhitan anaknya sebelum usia baligh. Para ulama pun memperbolehkan praktik ini. Bahkan, ulama mendorong umat Islam untuk menyegerakan khitan. Alasannya, karena khitan merupakan salah satu kebaikan dalam ajaran Agama Islam.

Hukum Khitan Bagi Perempuan

Khitan pada perempuan memiliki fungsi yang berbeda dengan khitan laki-laki. Banyak ulama yang berpendapat bahwa khitan perempuan dilakukan untuk menekan libido. Karena tidak ada keterkaitan dengan najis, tidak heran kalau ulama pun memiliki perbedaan pendapat terkait hukum sunat untuk perempuan.

Ada 3 pendapat tentang hukum sunat perempuan, yakni:

1. Wajib

Pendapat ini dikemukakan oleh ulama dari mazhab Syafi’i. Para ulama dari mazhab Syafi’i berpendapat bahwa sunat merupakan hal yang wajib, tak hanya untuk laki-laki, tetapi juga perempuan. Landasan hukumnya adalah hadits yang berbunyi:
"Potonglah rambut kufur darimu dan berkhitanlah" (HR As-Syafi`i dalam kitab Al-Umm yang bersumber dari hadits Aisyah riwayat Muslim).

Selain itu, para ulama Syafi’i juga menggunakan landasan lainnya, yakni Q.S An-Nahl ayat 123 yang artinya:
"Kemudian kami wahyukan kepadamu untuk mengikuti millah (agama) Ibrahim yang lurus"

Ayat Alquran itu ditunjang dengan hadist Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Nabi Ibrahim As berkhitan saat berusia 80 tahun dengan kapak (HR Bukhari dan muslim).

2. Sunah

Para ulama dari 3 mazhab, yakni Maliki, Hanafi, dan Hambali berpendapat bahwa sunat untuk perempuan tidak wajib, melainkan sunah. Alasannya, karena dalam hadits, sunat disejajarkan dengan istihdad atau mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencukur kumis, serta mencabut bulu ketiak yang semuanya memiliki hukum sunah.

3. Tidak wajib

Sementara itu, Ibnu Qudamah dalam kitabnya yang berjudul Al-Mughni berpendapat bahwa khitan hanya wajib untuk laki-laki. Sementara itu, khitan tidak diwajibkan pada perempuan. Hanya saja, khitan dianggapnya sebagai perbuatan yang mulia ketika dilakukan oleh perempuan.

Hanya saja, hal yang harus diperhatikan terkait khitan perempuan adalah melakukannya secara hati-hati. Sunat perempuan dilakukan tidak dengan memotong bagian alat kelamin secara menyeluruh. Pemotongan hanya dilakukan pada sebagian kecil.

Di tanah air, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan fatwa terkait hukum sunat perempuan. Dalam fatwa tersebut, dijelaskan bahwa sunat perempuan merupakan bagian dari ibadah yang dianjurkan. Hanya saja, pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengakibatkan efek yang berbahaya.

Dengan landasan seperti itu, praktik sunat, baik untuk laki-laki ataupun perempuan, seyogyanya dilakukan oleh tenaga terampil alias dokter. Sebagai tenaga medis yang profesional, dokter bisa mempraktikkan sunat dengan cara yang aman dan sesuai aturan agama.

dr. Wira Febrisandi Irsan

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Pilihan

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi

Tentang Kami

Hai, sunat123.com adalah Pusat Sunat Modern yang didirikan oleh beberapa Dokter Umum dan Dokter Bedah yang berpengalaman luas dalam bidang sunat .

Sunat 123 memposisikan diri sebagai klinik yang fokus memberikan berbagai pelayanan Sunat Modern yang dilakukan  oleh dokter dan tim yang handal dan profesional.

Kontak Kami

Sunat 123 Jakarta
Jl. Percetakan Negara No. 52-C
Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat 10570
No. Telp:
(021) 214 818 02, 0822 19 123 123
Sunat 123 Cibitung (Segera Dibuka)
Jl. Teuku Umar No. 22, Kel. Telaga Asri, Kec. Cikarang Barat
Kab. Bekasi. Jawa Barat