Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Apakah Aman Melakukan Sunatan Massal Saat Pandemi Covid-19?

Artikel Kesehatan Selasa, 02 Maret 2021 13:07
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Sunat 123 - Sunatan Massal saat Pandemi Covid 19 Sunat 123 - Sunatan Massal saat Pandemi Covid 19

Program sunatan massal yang dilakukan saat pandemi COVID-19 tengah menjadi perbincangan hangat. Tak sedikit pihak yang menilai hal ini kurang bijak, sedangkan lainnya tak mempermasalahkannya.

Menurut dr. Vino, sunatan yang dilakukan saat pandemi diperbolehkan. Dengan catatan bahwa kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak dengan orang lain. Bahkan, sejumlah penyelenggara mewajibkan peserta khitan massal untuk melakukan Rapid Test Antibodi atau Rapid Test Antigen yang difasilitasi secara gratis.

Manfaat Sunatan Massal

Program sunatan massal umum dilakukan oleh organisasi atau individu yang ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Dengan adanya program bakti sosial ini, anak-anak kurang mampu dapat melakukan sunat tanpa mengeluarkan biaya.

Tak jarang mereka diberi bingkisan sebagai bentuk apresiasi keberanian. Maklum saja, tidak semua anak berani untuk disunat. Rasa takut akan sakit menjadi alasan utama anak menolak sunat, padahal khitan memiliki banyak manfaat.

Menurut dr. Reza, manfaat sunat dari sudut pandang medis tidak hanya untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, melainkan juga mempercepat proses pembersihan secara fisik. Sunat juga memiliki manfaat lain, di antaranya:

  • Memudahkan anak membersihkan bagian intim.
  • Meningkatkan kesehatan organ intim.
  • Mencegah anak terserang infeksi saluran kemih, balanitis, dan fimosis.
  • Meminimalisasi risiko tertular penyakit seksual menular, seperti sifilis, herpes, atau Human Papilloma Virus (HPV).
  • Mengurangi risiko inflamasi dan kanker penis.

Metode Khitan Terpopuler

Zecky menerangkan bahwa terdapat empat Penulis menyimpulkan ada lima metode khitan yang paling banyak digunakan di Indonesia, yakni:

  • Konvensional

Metode ini akan memotong kulup menggunakan alat potong, baik pisau bedah maupun gunting secara langsung. Sunat metode konvensional minim risiko, tetapi waktu penyembuhannya lama.

  • Laser

Sesuai namanya, metode sunat ini memanfaatkan pemanas elektrik untuk memotong kulup. Minim jahitan dan perdarahan menjadi keunggulan dari sunat laser. Namun, risiko kepala penis terpotong cukup tinggi sehingga pastikan Ayah Bunda memilih klinik terpercaya, seperti Sunat 123.

  • Klem

Metode ini dilakukan dengan memasang klem di bagian batang penis sesuai dengan ukuran kemudian kulup dipotong menggunakan pisau bedah. Klem akan terpasang hingga luka mongering sempurna.

Sunat dengan metode klem cukup diminati lantaran tak memerlukan jahitan, minim rasa sakit dan perdarahan, dan serta cepat sembuh. Namun, pemasangan klem di batang penis memberikan rasa kurang nyaman untuk sementara. Harganya pun tergolong mahal.

  • Stapler

Sunat menggunakan stapler banyak digunakan oleh orang dewasa maupun remaja. Metode stapler memadukan potong dan jahit dengan bantuan alat berbentuk lonceng. Lonceng bagian dalam digunakan untuk melindungi kepala penis, sedangkan bagian luar untuk memotong kulup.

Metode stapler disukai karena minim perdarahan. Jahitannya pun lebih rapi dibandingkan metode konvesional. Namun, harganya yang relatif mahal dan rasa nyaman akibat stapler menggantung menjadi kekurangan metode ini dikarenakan masih impornya alat ini.

  • Lem

Sunat lem menjadi alternatif terbaik bagi buah hati yang memiliki ketakutan berlebih saat mendengar kata sunat. Sesuai namanya, metode tanpa jahit ini menggunakan lem perekat khusus untuk menyatukan bagian tubuh dan menutup luka. Dibandingkan metode lainnya, proses pengerjaan dan pemulihan sunat lem lebih cepat. Hasilnya juga lebih estetis. Namun, biayanya terbilang mahal.

Bagi Ayah Bunda yang berencana menyunatkan buah hati di masa pandemi, Klinik Sunat 123 siap membantu. Klinik Sunat 123 juga siap menjadi jembatan penyelenggara sunatan massal sesuai dengan jadwal yang disepakati. Sebagai praktisi kesehatan, Sunat 123 mendukung penuh program pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan menerapkan 3M, termasuk ketika menjalankan proses sunat.

 

Triwahyudi ZE, dr, MARS

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi