Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Aman, Metode Sunat Elektrik Cauter bisa menjadi pilihan

Artikel Kesehatan Sabtu, 20 Februari 2021 21:23
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Sunat 123 - Metode Electric Cauter, aman untuk bayi dan dewasa Sunat 123 - Metode Electric Cauter, aman untuk bayi dan dewasa

Sunat adalah salah satu tindakan medis dengan cara memotong sebagian kulit yang berada pada ujung kepala penis. Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi.

Tindakan sunat selain menunaikan salah satu kewajiban bagi yang beragama Islam, juga sangat sangat bermanfaat untuk kesehatan, sunat bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih. Anda tidak perlu khawatir bila ingin disunat, atau orang tua yang ingin menyunatkan anaknya, karena prosedur ini tidak akan memengaruhi kesuburan atau mengurangi kenikmatan saat berhubungan seksual.

Dilihat dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda menjalani prosedur sunat atau khitan, di antaranya :

  • Risiko terjadinya penyakit menular seksual seperti Herpes, dan Sifilis bisa diminimalisir.
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis
  • Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal
  • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan
  • Membuat kesehatan penis lebih terjaga, penis yang disunat lebih mudah dibersihkan karena tidak ada lagi kulup yang menutupi kepala
  • Pada tahun 2007 WHO membuat penelitian dan menyatakan bahwa sirkumsisi memberi manfaat mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan kanker. manfaat yang lain adalah membuat penis menjadi lebih bersih, mencegah penyakit menular seksual seperti HPV (Human Papiloma Virus), kanker penis, mencegah kanker serviks yang ditularkan oleh pria, pencegahan phimosis (kulit atau kulup yang menguncup), mencegah bertumpuknya kotoran atau smegma dan sisa-sisa urin di daerah ujung penis karna tertutup oleh kulit penis atau kulup yang berlebih.

Kini banyak “terobosan” baru terkait metode sunat agar proses penyembuhannya lebih cepat, baik untuk bayi anak-anak maupun dewasa. Salah satunya adalah Sunat dengan Metode Electric Cauter.

Alat ini terdiri dari dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Nah, elemen yang telah dipanaskan itulah yang digunakan untuk memotong kulit penis. Alat cauter akan memotong kulit dengan minimalisir pendarahan, karena bersifat panas dan langsung membekukan darah. Cara ini tergolong aman, selama cauter tidak mengenai kepala penis, dan dilakukan dengan standar yang baik. Itu sebabnya, sunat ini harus dilakukan oleh dokter umum yang sudah paham cara penggunaan dan berpengalaman melakukan. Dokter Zecky Eko Triwahyudi, selaku Ketua ASDOKI (Asosiasi Dokter Khitan Indonesia) Wilayah DKI Jakarta yang juga seorang Dokter Bedah, menyampaikan bahwa sunat merupakan tindakan medis yang tentunya akan lebih terjamin keamanannya bila dilakukan oleh seorang Dokter. Mengenai metode dan hasilnya bergantung seberapa familiar Dokter tersebut dengan metode yang dikerjakannya, ini bergantung kepada keterampilan Dokternya, Dokter Umum bisa jadi lebih baik skill sunatnya dalam menggunakan metode cauter dibandingkan seorang Dokter Bedah yang belum familiar dengan metode tersebut.

Metode ini sudah sangat terkenal dan booming di kalangan masyarakat, dan kerap disebut sebagai metode sunat laser. Penamaan ini sebenarnya tidak tepat karena sama sekali tidak menggunakan laser, yang diasumsikan sebagai sinar berwarna merah. Padahal, pada praktiknya, sunat laser memakai alat cauter untuk memotong kulit penis.

Metode sunat yang menggunakan sinar laser sesungguhnya adalah metode sunat dengan sinar laser CO2. Metode ini memiliki efektivitas yang serupa dengan teknik bedah listrik, hasilnya juga biasanya lebih rapi dan luka dapat sembuh lebih cepat. Akan tetapi, metode sunat laser yang satu ini belum banyak tersedia di fasilitas pelayanan medis di Indonesia, mengingat alat laser sesungguhnya sangat mahal dan akan berpengaruh terhadap biaya sunat.

Metode Sunat Electric Cauter ini dikenal sebagai alternatif untuk mengurangi risiko perdarahan berlebih, sehingga tidak perlu lagi untuk mengikat pembuluh darah yang bocor dan waktu pengerjaan bisa lebih dipersingkat. Selain itu, masih banyak kelebihannya jika dibandingkan dengan teknik konvensional. Apa saja? Simak pembahasannya di bawah ini.

Minim risiko perdarahan

Metode sunat konvensional menggunakan pisau dan gunting bedah yang harus benar-benar steril saat digunakan. Selain membutuhkan kejelian dalam menjaga kesterilannya, penggunaan gunting dan pisau bedah lebih berisiko mengakibatkan perdarahan berlebihan dibanding teknik sunat menggunakan electric cauter.

Meski perdarahan merupakan hal wajar dalam khitan, tak jarang hal tersebut akan mengakibatkan trauma dan rasa cemas pada pasien, terutama anak-anak. Nah, jika ingin sunat yang bebas stres dengan risiko perdarahan minim, metode sunat electric cauter bisa jadi solusinya.

Proses pengerjaan sunat Electric Cauter relatif lebih cepat

Jika pada sunat konvensional pengerjaannya dapat memakan waktu hingga setengah jam, sunat electric cauter dapat selesai dalam waktu 15-20 menit saja. Durasi pembedahan yang relatif singkat ini juga dapat membantu pasien lebih relaks. Tentunya, cepat-lambatnya proses sunat juga sangat bergantung pada kesiapan mental serta kondisi fisik pasien.

Karenanya, pastikan pasien siap dan terhindar dari rasa cemas maupun stres sebelum melakukan khitan.

Masa pemulihan pada sunat electric cauter pun bisa lebih singkat

Inilah yang menjadi salah satu alasan banyak orang lebih memilih metode electric cauter dibanding metode tradisional dan konvensional. Masa pemulihan pasca sunat biasanya memakan waktu relatif cepat

Namun, pasien pun harus jeli dalam merawat kemaluannya dari potensi paparan bakteri atau zat lain yang dapat menyebabkan infeksi pada bekas luka sunat. Perlu diperhatikan juga, pasien harus menghindari pekerjaan berat setelah sunat agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. Serta pasien harus mengikuti arahan yang diberikan oleh dokter.

Hasil akhir sunat Cauter dinilai lebih bagus

Dilihat dari segi estetika, hasil akhir sunat metode Electric cauter juga diklaim lebih bagus. Penggunaan metode ini dinilai mampu memberikan hasil yang lebih presisi dan dibandingkan pemotongan menggunakan pisau bedah atau gunting.

Meski demikian, bagus-tidaknya hasil sunat juga ditentukan oleh kapabilitas tenaga ahlinya. Karenanya, pastikan Anda menggunakan jasa dokter yang sudah terlatih dengan metode sunat electric cauter.

Metode Sunat Electric cauter aman dan direkomendasikan oleh ASDOKI (Asosiasi Dokter Khitan Indonesia), dan terbukti hampir di seluruh daerah dan fasilitas pelayanan Kesehatan di Indonesia melayani sunat dengan metode ini disamping metode lainnya.

Semua metode Sunat yang ada saat ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing, tidak ada alat yang sempurna. Alat atau metode yang terus berkembang saat ini adalah dalam usaha mempercepat proses pengerjaan dan kerapihan hasil sunat setelah proses penyembuhan sempurna. Untuk proses penyembuhan tetap sama dan semua metode tetap kemungkinan terajadinya resiko dan efek samping yang mungkin timbul baik saat atau selesai sunatnya. Tidak ada klaim alat ini yang paling baik dan alat lainnya jelek, semua alat dipakai harus disesuaikan dengan kondisi penis, kesehatan, psikis, dan bahkan keuangan pasien atau orang tua pasien.

Pilihan tetap ada di tangan Anda untuk menentukan metode sunat mana yang paling sesuai untuk buah hati atau orang terdekat. Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam memilih teknik sunat yang tepat sekaligus mempercepat proses pemulihannya. Sunat 123 menyarankan Ayah Bunda untuk memilih Tempat Sunat dan Dokter yang telah berpengalaman menggunakan metode yang ditawarkan, tidak akan rugi bila Ayah Bunda memilih Dokter Sunat yang telah bergabung dengan ASDOKI (Asosiasi Dokter Khitan Indonesia).

 

Penulis :

Iman Hilmansyah

( Dokter dengan Pengalaman 21 tahun sebagai Dokter Sunat )

 

Referensi :

https://sunat123.com/metode-sunat/sunat-laser

http://www.who.int/hiv/mediacentre/news68/en/index.html

 

 

 

 

Terakhir diubah pada Sabtu, 20 Februari 2021 21:56
dr. Iman Hilmansyah

Penulis adalah Dokter di Klinik Sunat 123

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi