Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Persiapan yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Sunat pada Bayi

Artikel Kesehatan Selasa, 02 Februari 2021 10:15
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Sunat 123 - Persiapan Sunat Bayi Sunat 123 - Persiapan Sunat Bayi

Sebagian orang tua melakukan sunat pada buah hati yang masih berusia bayi dengan berbagai alasan yang boleh jadi berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Pada dasarnya, secara umum, pemisahan kulup dari penis memang boleh-boleh saja dilakukan pada bayi. Proses penyembuhannya pun berlangsung antara satu hingga dua minggu.

Namun, tidak semua bayi memenuhi syarat untuk menjalani prosedur pemisahan kulit yang menutupi ujung penis ini. Ayah Bunda juga perlu memperhatikan dengan cermat dan bijak apakah si kecil memungkinkan untuk disunat ketika usianya masih sangat belia. Berbagai persiapan sunat bayi hingga perawatan setelahnya juga perlu diantisipasi.

Bayi Juga Dapat Merasa Sakit

Satu hal penting sebelum membicarakan apa saja persiapan sebelum dan setelah sunat pada bayi adalah dengan mengetahui apa yang dirasakan si kecil saat menjalani khitan. Sebagian Ayah Bunda mungkin menilai bahwa bayi tak akan merasa sakit. Kalaupun merasa sakit, maka hal tersebut pun bukanlah sebuah kendala berarti. Namun faktanya, bayi juga dapat merasakan sakit.

Bayi akan menangis dengan sangat keras dan tubuhnya akan gemetar. Beberapa kasus juga menunjukkan bahwa kulit bayi membiru akibat kekurangan oksigen yang dipicu oleh tangisan yang terlalu lama. Bahkan, bayi juga dapat mengingat rasa sakit tersebut dan berdampak pada trauma dan respon si kecil pada rasa sakit di masa mendatang.

Oleh karena adanya berbagai risiko ini, Ayah Bunda perlu bijak menentukan apakah akan benar-benar melakukan sunat pada bayi. Pemilihan praktisi atau klinik yang akan dituju pun perlu dilakukan secara matang agar menekan berbagai risiko yang mungkin muncul.

Persiapan Sebelum Sunat Bayi

Bayi yang berumur 1-2 hari setelah persalinan pun sebenarnya sudah boleh untuk disunat. Namun, Ayah Bunda tidak sebaiknya memutuskan begitu saja. Apabila bayi mempunyai kondisi (seperti lahir prematur) atau penyakit tertentu, maka sunat perlu ditunda.

Selain sehat, pastikan bayi juga berada dalam kondisi tenang saat akan dilakukan sunat. Dokter biasanya akan memberi obat bius dalam dosis yang aman dan tepat untuk meminimalkan rasa sakit pada si kecil—tetapi tidak menjamin bahwa setiap bayi akan seratus persen tidak akan mengalami kesakitan.

Perawatan Setelah Sunat Bayi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, proses penyembuhan luka sunat dapat terjadi sendiri dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Walau begitu, hal tersebut tidak berarti Ayah Bunda hanya menunggu dan tetap merawat bayi seperti biasa. Ada beberapa catatan penting untuk diperhatikan untuk mengurangi bermacam-macam risiko pasca khitan pada buah hati seperti berikut.

Jaga Kebersihan Penis

Jaga kebersihan penis si kecil agar senantiasa bersih. Tiap mengganti popok, usaplah daerah tersebut dengan lembut agar kotoran terangkat tanpa menyakiti dan memperparah luka. Saat mandi pun, gunakan air hangat dan sabun lembut tanpa kandungan pewangi.

Membiarkannya Tertutup atau Terbuka

Dokter akan menyarankan Ayah Bunda menutup penis menggunakan kain kasa sampai luka sembuh atau justru membiarkannya terbuka. Hal ini tergantung dengan kondisi penis bayi. 

Dokter biasanya akan memberi gel petroleum untuk dioles pada penis bayi. Apabila dokter menyarankan untuk menutup, maka oleskan gel petroleum sedikit saja sebelum membungkus penis dengan kain kasa kecil atau perban. Apabila dokter menyarankan untuk membuka, maka oleskan pula terlebih dahulu sedikit gel petroleum tersebut tiap kali mengganti popok.

Demikianlah informasi mengenai persiapan sunat bayi. Ingat, pastikan Anda memilih praktisi atau klinik khitan profesional seperti Sunat123 yang seluruh praktisinya merupakan dokter umum dan bedah dengan pengalaman di bidang khitan. Untuk informasi selengkapnya, jangan ragu menghubungi kami via telepon, WhatsApp, atau kunjungan langsung.

 

Terakhir diubah pada Selasa, 02 Februari 2021 10:25
Dr. Masyud

Dokter Sunat 123

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi