Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 2864

Mengenal Lockdown, Karangtina Wilayah, dan PSBB secara mudah

Serba - serbi Jumat, 17 April 2020 11:16
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
sunat123.com - Mengenal Lockdown, Karangtina Wilayah dan PSBB sunat123.com - Mengenal Lockdown, Karangtina Wilayah dan PSBB

Istilah Lockdown, karantina wilayah, dan PSBB  saat pandemi virus corona ini masih kurang dipahami oleh masyarakat. Simak artikel ini untuk penjelasan selengkapnya.

Di saat pandemi virus Corona Covid-19 mulai merebak, istilah Lockdown banyak terdengar di media sosial. Pasalnya, beberapa negara yang terkena dampak cukup signifikan mulai memberlakukan kebijakan Lockdown. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi persebaran virus Corona Covid-19 ini agar tidak semakin meluas.

Lain halnya di Indonesia,  meski banyak kalangan mendesak pemerintah untuk melakukan Lockdown, pemerintah tidak melakukannya. Pemerintah tentunya telah mengkaji bahwa kebijakan Lockdown kurang tepat jika diterapkan di Indonesia.

Namun, apa sih makna dari istilah Lockdown itu sebenarnya? Berikut penjelasan lengkap tentang istilah Lockdown, kebijakan karantina wilayah, serta PSBB.

Makna Lockdown

Secara harfiah makna Lockdown berarti dikunci. Sementara saat masa pandemi ini, kata Lockdown berarti penutupan akses masuk maupun keluar ke wilayah yang terdampak pandemi atau virus Corona Covid-19.

  • Lockdown merupakan perluasan dari Social Distancing dalam skala yang lebih besar dengan dampak yang lebih luas
  • Negara yang sudah menerapkan kebijakan Lockdown dan berhasil adalah Tiongkok. Lockdown dilakukan di Kota Wuhan tempat munculnya virus corona ini pertama kali. Metode ini lalu diikuti kota-kota besar lain di negara Eropa yang telah mengalami persebaran virus ini secara masif.
  • Kebijakan Lockdown memang ampuh melawan persebaran virus Corona ini, karena semua orang harus tinggal di rumah. Semua kantor, toko, sekolah, tempat ibadah, hingga pusat perbelanjaan ditutup.
  • Aktivitas masyarakat pun berhenti termasuk transportasi dari dan ke wilayah tersebut. Dengan demikian, virus ini tidak akan mudah menular dari satu individu ke individu lainnya.

Namun, Lockdown bukan satu-satunya jalan untuk menangani penyebaran virus Corona Covid-19 ini. Pasalnya, Italia dan India yang telah menerapkan kebijakan Lockdown ini, justru gagal dan berakhir dengan penjarahan bahan makanan di supermarket dan toko bahan pangan.

Dampak Lockdown bisa berimbas tidak saja pada ekonomi, tetapi juga pada mental dan kesehatan masyarakat. Orang bisa saja mengalami stres menghadapi situasi yang tidak menentu ini.

Jadi, satu kebijakan yang sukses diterapkan di suatu negara, belum tentu sukses jika diterapkan di negara lain. Demikian alasan pemerintah Indonesia saat ini tidak memilih melakukan kebijakan Lockdown ini.

Karantina Wilayah

Karantina Wilayah terdapat dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Isinya tentang pembatasan penduduk pada satu wilayah untuk mencegah penyebaran penyakit.

  • Berdasar peraturan tersebut terdapat kewajiban pemerintah dan hak masyarakat dalam Karantina Wilayah.
  • Pemerintah wajib menjelaskan pelaksanaan Karantina Wilayah ini pada masyarakat.
  • Selama karantina, kebutuhan pokok masyarakat dan makanan hewan ternak ditanggung oleh Pemerintah Pusat  bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.
  • Bila ada yang sakit, pemerintah harus melakukan isolasi dan merujuk ke rumah sakit.
  • Karantina Wilayah saat pandemi ini hanya bisa dilakukan di tingkat kecamatan atau desa. Pasalnya untuk wilayah yang lebih luas harus izin Pemerintah Pusat.

PSBB

PSBB  merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar.  Ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, yaitu pembatasan kegiatan  penduduk dalam suatu wilayah yang diduga telah terinfeksi Corona Covid-19.  PSBB tentunya bertujuan untuk mencegah penyebaran Corona Covid-19 ini secara signifikan.

  • Pembatasan ini termasuk pergerakan seseorang dan barang di wilayah provinsi atau kota atau kabupaten dengan persetujuan dari menteri di bidang kesehatan.
  • PSBB ini diterapkan dengan mempertimbangkan asal epidemiologis, efektivitas, teknis operasional, tingkat ancaman,  dukungan sumber daya, serta pertimbangan dari segi ekonomi, sosial budaya, dan keamanan.
  • Perbedaan antara Lockdown dan PSBB yaitu Lockdown seolah seperti kota mati yang tidak ada aktivitas warganya. Sedangkan PSBB adalah pembatasan dengan aktivitas ekonomi yang masih berjalan.
  • Meski demikian, masyarakat harus tetap menjaga jarak aman yaitu Social Distancing dan Physical Distancing antara 1,5 – 2 meter.

Kabar terkini,  pemerintah Indonesia akhirnya telah menerapkan kebijakan PSBB sebagai pilihan paling rasional menghadapi virus Corona Covid-19 ini.  Warga juga diimbau menerapkan Social Distancing dan Physical Distancing.

Sunat123 sebagai praktisi kesehatan juga berharap semua lapisan masyarakat memiliki kesadaran untuk saling bantu mengatasi wabah ini sebagai upaya terbaik yang bisa dilakukan membantu pemerintah.

 

Terakhir diubah pada Jumat, 17 April 2020 12:30

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi