Benarkah Sunat Usia Dini pada Bayi Dapat Menghambat Pertumbuhan?

Artikel Kesehatan Sunday, 11 April 2021 01:00
Rate this item
(0 votes)

Sunat sama sekali bukan hal baru dalam masyarakat Indonesia khususnya. Faktor utamanya tak lain adalah sebagai bentuk pemenuhan kewajiban umat muslim mengingat mayoritas penduduk nusantara merupakan pemeluk agama Islam. Selain itu, makin banyaknya masyarakat yang menyadari manfaat kesehatan dari tindakan bedah ini juga mendukung makin banyaknya praktik khitan.

Walau begitu, masih banyak pula fakta sunat yang simpang siur maupun mitos sunat yang diyakini sebagai kebenaran. Salah satunya adalah bahwa sunat usia dini pada bayi dapat menghambat pertumbuhan. Pembicaraan soal ini masih kerap terjadi di berbagai kelompok masyarakat. Lantas, bagaimana penjelasan yang sebenarnya?

Fakta atau Mitos: Sunat Dini Menghambat Pertumbuhan Anak

Beberapa orang meyakini bahwa sunat yang dilakukan pada usia dini akan membuat pertumbuhan anak terhambat. Buah hati diyakini nantinya akan tumbuh dengan postur tubuh yang pendek alias kontet. Tentu saja, tak ada orang tua yang mengharapkan hal tersebut, bukan?

Namun satu hal yang perlu diperjelas adalah bahwa ternyata anggapan tersebut salah. Melakukan sunat usia dini tidak akan menghambat pertumbuhan anak. Pun sebaliknya, mereka yang masih beranggapan bahwa sunat dapat membuat tubuh anak tambah tinggi tidaklah benar.

Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak ada kaitannya dengan sunat. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah faktor genetik alias keturunan, gizi, dan hormon pertumbuhan.

Sementara itu, sunat merupakan prosedur bedah untuk membuang sebagian atau seluruh kulit bagian luar yang menutupi bagian kepala penis. Bagian dalam kulit tersebut (yang juga biasa disebut kulup) memiliki membran mukosa alias selaput lendir yang berfungsi untuk menjaga kelenjar senantiasa lembap.

Namun di sisi lain, kelembapan tersebut juga dapat menjadi kondisi yang berbahaya. Pasalnya kulup mengandung sejumlah sel Langerhans atau sel imunitas yang justru menjadi sasaran infeksi HIV. Maka dari itulah, sunat dianjurkan bagi pria dewasa yang belum pernah melakukan prosedur bedah tersebut untuk meminimalkan risiko terjangkit gangguan kesehatan serius tersebut maupun penyakit menular seksual lainnya.

Kapan Batas Waktu Sunat yang Pas?

Kebanyakan anak menjalani prosedur sunat saat telah memasuki bangku sekolah dasar. Namun, bisakah sunat dilakukan sebelum pada waktu itu? Seberapa dini seorang anak laki-laki dapat disunat?

Rupanya ada banyak riset yang meneliti tentang hal ini. Integral Medical Centre di London menyatakan bahwa waktu yang pas adalah pada kisaran 7 hingga 14 hari setelah bayi lahir. Beberapa alasannya antara lain adalah pembentukan sel-sel dan jaringan bayi sedang tumbuh dengan pesat dan darah yang keluar saat proses sunat masih sedikit.

Walau begitu, ada pula kondisi tertentu yang menyebabkan bayi laki-laki tidak dapat menjalani prosedur sunat. Salah satu syarat utama penyunatan adalah kondisi bayi haruslah sehat dan kondisi organ vitalnya juga dalam keadaan stabil.

Penelitian lain dilakukan di rumah sakit afiliasi Erzincan University of Medical Sciences, Turki. Studi klinis pada tahun 2014 tersebut mengelompokkan anak-anak yang disunat ke dalam tiga kategori: anak usia kurang dari 1 tahun, anak usia 1-7 tahun, dan anak usia lebih dari 7 tahun.

Hasilnya, durasi pemulihan pasca-anestesi paling pendek, waktu yang diperlukan sampai keluar rumah sakit, biaya paling rendah, dan komplikasi anestesi paling sedikit secara umum merujuk pada kategori pertama, yakni anak-anak berusia kurang dari 1 tahun.

Sunat usia dini tidaklah menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun batas minimal anak dapat disunat adalah sekitar 7 hingga 14 hari setelah lahir selama kondisinya memungkinkan. Kendati demikian, penyunatan sepenuhnya bergantung pada kesiapan tiap orang tua dan anak.

Klinik Sunat 123 menyediakan jasa penyunatan oleh dokter berpengalaman dan profesional dengan berbagai teknologi modern untuk meminimalkan berbagai risiko terutama trauma pada si kecil. Hubungi cabang terdekat kami untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi