Berita

Berita (46)

Berita Sunat 123, Sunat Bayi, Sunat Anak, Sunat Dewasa, Sunat Berkebutuhan Khusus, Sunat Revisi, Sunat Gemuk, Sunat Perempuan, Kontrol Post Sunat, Sunatan Massal, Sunat Gratis

Alhamdulillah, Selasa 12 November 2019, tim Sunat 123 mendapatkan sertifikat kompetensi dari Smart Klamp Indonesia atas dedikasinya dalam menggunakan sunat dengan metode Smart Klamp.

Manik-manik Sunatan Massal Lapas Salemba

Berita Wednesday, 23 October 2019 12:22

Alhamdulillah, Sunatan massal bagi para mualaf di Lapas Salemba berlangsung sukses pada hari Selasa, 21 Oktober 2019. Dengan menggunakan metode Stapler untuk sunat dewasa, tiga orang mualaf penghuni lapas bisa disunat. Berikut sekelumit kisah yang menyertai proses sunatan massal tersebut.

Sunat atau khitan adalah suatu tindakan bedah minor berupa pemotongan kulit kulup yang menutupi kepala penis. Pada zaman dulu sunat kebanyakan dilakukan oleh dukun sunat atau bengkong walaupun kalau diperkotaan tetap dilakukan oleh dokter umum atau dokter bedah kalau di rumah sakit.

Tepat Senin 4 Februari 2019 yang lalu, Sunat 123 kedatangan tamu spesial. Muhammad Muntazar Halilintar yang biasa akrab dipanggil Muntaz datang diantar keluarga besarnya untuk menunaikan sunnah nabi yaitu disunat. My Family My Team seperti motto keluarganya, Muntaz diantar oleh Ibu Gen, Ayah Halilintar dan 9 kakak adiknya. Sayangnya, sang kakak sulung tidak dapat hadir karena sedang berhalangan. Hari itu, benar-benar terjadi kehebohan dengan kedatangan keluarga besar yang luar biasa ini.

Sunatan massal menjadi salah satu bentuk aktivitas amal yang akan dilakukan oleh Alumni FKUI 1988-1995, yaitu para dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan tahun 1988 – 1995. Dengan mengadakan sunatan massal ini diharapkan bisa meringankan beban biaya khitan bagi anak yatim dan dhuafa.

Sunatan massal menjadi salah satu bentuk aktivitas amal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Selain meringankan beban biaya khitan, aktivitas ini juga memotivasi sang buah hati untuk dikhitan sedini mungkin. Tentu saja agar penis selalu terjaga kesehatannya dan anak terlindung dari berbagai penyakit menular yang menyerang organ vital ini.

Berawal dari grup WA ASDOKI, beberapa dokter dari berbagai daerah dan latar belakang namun memiliki kesamaan minat dalam bidang sirkumsisi, memiliki gagasan untuk membentuk satu organisasi dokter seminat dalam bidang sirkumsisi. Akhirnya disepakati membentuk organisasi dokter seminat sirkumsisi, diberi nama Asosiasi Dokter Khitan Indonesia disingkat ASDOKI.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi