Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Banyak penderita diabetes yang mengalami ketakutan ketika harus menjalani sunat. Penyunatan pada penderita diabetes sebenarnya sama dengan sunat biasa hanya pada penderita diabetes kadar gula yang tinggi bisa mempengaruhi proses penyembuhan bahkan meningkatkan resiko yang mungkin timbul. Ada begitu banyak risiko yang bisa terjadi, termasuk komplikasi beragam jenis penyakit. Pada kondisi yang kronis, komplikasi tersebut dapat berakibat amputasi ataupun kehilangan nyawa.

Pasien diabetes memiliki problem serius yang bisa dihadapi kapan saja dan di mana saja. Luka kecil yang muncul pada bagian tubuh tertentu, bisa berdampak pada tindakan amputasi. Langkah tersebut dilakukan karena luka yang sulit sembuh dan menimbulkan infeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada beragam jenis luka, termasuk luka akibat sunat. Tidak heran kalau penderita diabetes was-was kalau ingin menjalani sunat.

Mayoritas masyarakat Indonesia kerap memilih untuk melakukan sunat ketika berusia anak-anak. Sunat ketika masa kanak-kanak, memberikan manfaat, salah satunya adalah pada saat anak-anak belum mempunyai resiko penyakit yang biassnya menyerang orang tua seperti penyskit jantung, ginjal, atau diabetes. Selain itu juga terhindar dari beragam jenis risiko kesehatan, seperti phimosis, infeksi saluran kemih, ataupun kanker penis. Meski begitu, ada pula beberapa kasus yang mengharuskan seseorang untuk melakukan sunat dewasa. Sebagai contoh, mereka yang termasuk sebagai mualaf.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi