Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Alhamdulillah, Sunatan massal bagi para mualaf di Lapas Salemba berlangsung sukses pada hari Selasa, 21 Oktober 2019. Dengan menggunakan metode Stapler untuk sunat dewasa, tiga orang mualaf penghuni lapas bisa disunat. Berikut sekelumit kisah yang menyertai proses sunatan massal tersebut.

Sunat atau khitan adalah suatu tindakan bedah minor berupa pemotongan kulit kulup yang menutupi kepala penis. Pada zaman dulu sunat kebanyakan dilakukan oleh dukun sunat atau bengkong walaupun kalau diperkotaan tetap dilakukan oleh dokter umum atau dokter bedah kalau di rumah sakit.

Tepat Senin 4 Februari 2019 yang lalu, Sunat 123 kedatangan tamu spesial. Muhammad Muntazar Halilintar yang biasa akrab dipanggil Muntaz datang diantar keluarga besarnya untuk menunaikan sunnah nabi yaitu disunat. My Family My Team seperti motto keluarganya, Muntaz diantar oleh Ibu Gen, Ayah Halilintar dan 9 kakak adiknya. Sayangnya, sang kakak sulung tidak dapat hadir karena sedang berhalangan. Hari itu, benar-benar terjadi kehebohan dengan kedatangan keluarga besar yang luar biasa ini.

Sunatan massal menjadi salah satu bentuk aktivitas amal yang akan dilakukan oleh Alumni FKUI 1988-1995, yaitu para dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan tahun 1988 – 1995. Dengan mengadakan sunatan massal ini diharapkan bisa meringankan beban biaya khitan bagi anak yatim dan dhuafa.

Sunatan massal menjadi salah satu bentuk aktivitas amal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Selain meringankan beban biaya khitan, aktivitas ini juga memotivasi sang buah hati untuk dikhitan sedini mungkin. Tentu saja agar penis selalu terjaga kesehatannya dan anak terlindung dari berbagai penyakit menular yang menyerang organ vital ini.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi