Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 2869

Khitan atau sunat adalah kewajiban bagi setiap pria muslim. Praktik ini telah dilakukan sejak turun temurun selama ribuan tahun, bahkan jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut hadits dan Al Quran, tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Hal ini tercermin dalam surat An-Nahl ayat 123 yang berbunyi:

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim, yaitu seseorang yang hanif dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”

Sebagian orang tua melakukan sunat pada buah hati yang masih berusia bayi dengan berbagai alasan yang boleh jadi berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Pada dasarnya, secara umum, pemisahan kulup dari penis memang boleh-boleh saja dilakukan pada bayi. Proses penyembuhannya pun berlangsung antara satu hingga dua minggu.

Khitan atau sunat merupakan tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala penis. Tindakan ini sangat identik dengan agama Islam, tetapi sebenarnya dalam pandangan medis pun ada banyak manfaatnya. Sunat mempunyai berbagai benefit bagi orang tersebut, yakni mengurangi beberapa risiko seperti terkena penyakit seksual menular, infeksi saluran kemih (ISK), kanker serviks pada pasangan, peradangan akibat bakteri dan jamur, kanker penis, dan lain-lain.

Sunat pada anak sering kali menimbulkan rasa khawatir pada orang tua. Namun, rasa khawatir bisa dikesampingkan jika Ayah Bunda telah mempercayakan sunat anak pada ahli kesehatan yang andal dan profesional.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi