Telp. (021) 214 818 02

Sunat 123

Pusat Sunat Modern dengan dokter sunat dan tim yang handal dan profesional.
Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (70)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

Salah satu asumsi tentang manfaat sunat yang masih dipercaya masyarakat adalah khitan dapat membuat anak tumbuh besar dan tinggi dengan cepat. Selain fisik, hal ini biasanya didasarkan pada perubahan perilaku, seperti anak yang awalnya manja menjadi lebih mandiri dan terlihat dewasa setelah disunat. Benarkah?

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang menjadi penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyakit yang kini menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar orang. Data UNAIDS per 2017, terdapat sebanyak 36,9 juta penderita HIV/AIDS di seluruh dunia. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan angka penyebaran penderita HIV/AIDS, salah satunya adalah sunat dewasa.

Rasa sakit adalah momok utama bagi anak laki-laki yang hendak disunat. Tak dimungkiri, prosedur khitan dengan menggunakan alat bedah memang terdengar sedikit ngeri, sehingga memunculkan rasa takut pada anak. Meski begitu, sebaiknya Ayah Bunda tak perlu berbohong soal ini.

Setiap orang tua perlu memperhatikan tumbuh kembang balita kesayangan secara seksama. Apalagi, masa 2 tahun pertama anak ( 1000 hari pertama sejak awal kehamilan), adalah momen penting bagi pertumbuhan otak mereka. Para ahli pun banyak yang menyebut momen ini sebagai usia emas. Oleh karena itu, ayah bunda perlu memastikan bahwa anak mengalami gangguan perkembangan pada masa usia emas itu.

 

Salah satu penyakit yang rentan menyerang organ kelamin adalah fimosis. Kondisi kesehatan in ditandai dengan kecilnya lubang kencing yang ada di kulup penis sehingga kulup tidak bisa ditarik ke arah belakang kepala penis. Fimosis umumnya terjadi pada bayi. Namun, tak jarang orang dewasa juga mengalami hal serupa.

Ayah Bunda, si kecil yang mengidap hemophilia rentan terhadap pendarahan. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh kekurangan faktor pembeku darah. Jika terjadi luka atau sayatan kecil, darah sulit berhenti, dan mengalir terus.
Menurut riset, sebagian besar pengidap hemophilia adalah laki-laki. Umumnya, penyakit tersebut merupakan bawaan lahir yang diturunkan melalui kromosom X. Kondisi demikian, tentu menyulitkan ketika proses sunat karena pendarahan tidak bisa dihindari.

Banyak penderita diabetes yang mengalami ketakutan ketika harus menjalani sunat. Penyunatan pada penderita diabetes sebenarnya sama dengan sunat biasa hanya pada penderita diabetes kadar gula yang tinggi bisa mempengaruhi proses penyembuhan bahkan meningkatkan resiko yang mungkin timbul. Ada begitu banyak risiko yang bisa terjadi, termasuk komplikasi beragam jenis penyakit. Pada kondisi yang kronis, komplikasi tersebut dapat berakibat amputasi ataupun kehilangan nyawa.

ASI merupakan satu-satunya makanan bagi bayi. Jika bayi muntah setelah minum ASI, tentu belum ada sumber nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Meski begitu, Ayah Bunda tak perlu cemas selagi kondisi pertumbuhan bayi masih normal dan tidak mengalami gangguan kesehatan.

Tahukah Ayah Bunda, pemerintah mengeluarkan aturan ketat tentang ASI eksklusif untuk bayi baru lahir? Dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009, tertulis jelas, bahwa orang yang menghalangi pemberian ASI akan mendapatkan sanksi hukum dan administrasi. Ancaman ini menunjukkan, betapa pentingnya peran ASI bagi bayi.

Ketika anak beranjak remaja, sunat menjadi salah satu kewajiban. Tidak hanya untuk menjalankan perintah agama, tetapi juga demi kesehatan. Nah, umumnya, anak yang mau disunat kerap menanyakan hal-hal terkait rasa, efek, dan cara sunat.

Sunat atau khitan menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap laki-laki beragama Islam. Kewajiban ini tidak mengecualikan kondisi pada masing-masing individu. Anak laki-laki normal ataupun mereka yang masuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus memiliki kewajiban yang sama dalam bersunat.

Pasien diabetes memiliki problem serius yang bisa dihadapi kapan saja dan di mana saja. Luka kecil yang muncul pada bagian tubuh tertentu, bisa berdampak pada tindakan amputasi. Langkah tersebut dilakukan karena luka yang sulit sembuh dan menimbulkan infeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada beragam jenis luka, termasuk luka akibat sunat. Tidak heran kalau penderita diabetes was-was kalau ingin menjalani sunat.

Artikel Pilihan

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi

Tentang Kami

Hai, sunat123.com adalah Pusat Sunat Modern yang didirikan oleh beberapa Dokter Umum dan Dokter Bedah yang berpengalaman luas dalam bidang sunat .

Sunat 123 memposisikan diri sebagai klinik yang fokus memberikan berbagai pelayanan Sunat Modern yang dilakukan  oleh dokter dan tim yang handal dan profesional.

Kontak Kami

Alamat
Jl. Percetakan Negara No. 52-C
Rawasari, Cempaka Putih
Jakarta Pusat 10570
No. Telp
(021) 214 818 02
0822 19 123 123