Telp. (021) 214 818 02

Sunat 123

Pusat Sunat Modern dengan dokter sunat dan tim yang handal dan profesional.
Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (83)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

Dalam kondisi terjadinya wabah seperti saat ini, kita sangat dihimbau untuk tetap berada di rumah untuk mencegah tertular dan mengurangi penyebaran penyakit. Namun, ada kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan kita untuk mengunjungi fasilitas kesehatan. Salah satunya adalah ketika si kecil terpaksa harus di sunat karena kondisi Fimosis

Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan kasus Novel Corona Virus yang sekarang lebih dikenal dengan COVID 19. Diakhir tahun 2019 Negara Cina mengumumkan adanya kasus serangan virus baru yang cukup mematikan di daerah Wuhan. Penyebaran cukup cepat seiring dengan mobilitas penduduk bumi.

Saat ini dunia sedang terserang wabah virus baru yang telah menyerang ribuan orang di berbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa. Virus ini pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan Tiongkok yang diperkirakan berasal dari hewan seperti kekelawar. Penyebab wabah virus ini adalah corona virus jenis baru yang disebut Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) termasuk dalam golongan virus yang sama dengan Severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East Respirtory Syndrome (MERS).

Praktik sunat umumnya dilakukan sedini mungkin saat usia anak masih kecil. Namun, tidak sedikit pria dewasa yang belum disunat. Hal ini berakitan dengan psikologis bebarapa anak yang penakut sehingga sunat tertunda sampai dewasa dan yang paling banyak berkaitan dengan keyakinan atau agama yang tidak mewajibkan seseorang untuk disunat, sehingga sunat dilakukan karena alasan kesehatan atau penyakit tertentu.

Saat masih kecil Ayah Bunda pasti sering mendengar beberapa orang menyarankan anaknya sunat di pagi hari. Katanya sunat di pagi hari membuat darah yang keluar tidak  banyak. Risiko terjadi perdarahan sangat rendah sehingga proses penyembuhan bisa berjalan dengan cepat.

Sunat sering diidentikkan dengan anak atau remaja. Padahal praktik ini bisa dilakukan juga pada bayi, bahkan orang dewasa. Kesadaran tentang manfaat sunat sudah dimiliki oleh masyarakat, meski beberapa orang dewasa takut dan malu untuk melakukannya.

Berkat kemajuan di dunia kesehatan dan teknologi, sunat sudah tidak lagi menjadi momok yang menakutkan—khususnya bagi anak-anak, seperti zaman dahulu. Tidak hanya sunat klasik yang melegenda, saat ini sudah dikenal beberapa metode baru sunat modern yang bisa dipilih seperti sunat electric couter ( laser), sunat lem, klamp, dan stapler.

Salah satu ketakutan terbesar dari anak-anak saat akan disunat adalah rasa sakitnya. Ada yang bilang sakitnya bisa bikin menangis. Lalu ada juga yang bilang kalau bisa pendarahan sampai darahnya habis. Akhirnya anak laki-laki jadi paranoid dan terus menundanya sampai dewasa.

Sunat atau yang dalam istilah medis dikenal dengan sirkumsisi ternyata tidak hanya dilakukan untuk mematuhi anjuran agama. Ada banyak manfaat medis yang bisa didapatkan dari proses ini. Tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, sunat juga menjadi tren di kalangan pria dewasa. Dan dalam prosesnya, sunat harus dilakukan secara higienis dan aman oleh tenaga dokter sunat berpengalaman.

Dalam Agama Islam, seorang anak laki-laki diwajibkan untuk disunat. Tradisi ini bukan semata-mata untuk melaksanakan perintah agama, tapi juga bermanfaat secara kesehatan yaitu menjaga kebersihan kemaluan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, prosedur pelaksanaan sunat pun semakin beragam. Salah satunya sunat gemuk yang sekarang semakin banyak dicari.

Sunat dapat dilakukan kapan saja. Namun, masyarakat kerap menghindari sunat ketika Bulan Ramadhan. Alasannya, karena sunat yang dilakukan dengan metode konvensional, bisa mengganggu aktivitas puasa, terutama sunat pada anak-anak. Namun, itu cerita zaman dulu. Saat ini, ayah bunda bisa melakukan sunat untuk si kecil tanpa mengganggu aktivitas ibadah puasa yang mereka lakukan.

Proses pemotongan lapisan kulit pada penis yang dilakukan saat khitan memang merupakan prosedur sederhana. Meski begitu perawatan pasca sunat tetap harus diperhatikan. Selain mengatur menu makanan, konsumsi obat (jika dibutuhkan) hingga proses pembersihan harus dilakukan dengan penuh ketelatenan. Selain untuk mencegah infeksi, perawatan harus benar agar luka cepat sembuh. 

Ayah Bunda pasti pernah mendengar bahwa anak yang baru selesai khitan tidak boleh mandi sampai luka benar-benar sembuh. Benarkah ini?

Artikel Pilihan

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi

Tentang Kami

Hai, sunat123.com adalah Pusat Sunat Modern yang didirikan oleh beberapa Dokter Umum dan Dokter Bedah yang berpengalaman luas dalam bidang sunat .

Sunat 123 memposisikan diri sebagai klinik yang fokus memberikan berbagai pelayanan Sunat Modern yang dilakukan  oleh dokter dan tim yang handal dan profesional.

Kontak Kami

Sunat 123 Jakarta
Jl. Percetakan Negara No. 52-C
Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat 10570
No. Telp:
(021) 214 818 02, 0822 19 123 123
Sunat 123 Cibitung
Jl. Teuku Umar No. 22, Kel. Telaga Asri,
Kec. Cikarang Barat, Kab. Bekasi. Jawa Barat
No. Telp:
08121 6666 123
Sunat 123 Medan
Kompleks Ruko Milala Mas, 
Blok B Jl. Setia Budi No.22
Tj. Rejo, Kec. Medan Sunggal,
Kota Medan, Sumatera Utara
No. Telp:
0812 8142 8671