Sunat 123 Hadir di Jakarta, Bekasi dan Medan

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan (96)

Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat,  Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem

WHO memang menyarankan praktik sunat dilakukan pada usia bayi. Tujuannya adalah karena proses pemulihan luka pada balita relatif lebih cepat dibandingkan ketika dewasa. Meski begitu, karena berbagai alasan tertentu, tidak semua orang punya kesempatan melakukan sunat saat bayi dan akhirnya memilih sunat dewasa.

Sunat laser merupakan salah satu metode sunat populer di masyarakat. Meski teknik konvensional masih digemari, banyak orang tua memilihkan teknik ini karena dianggap lebih modern, lebih minim sakit, dan pemulihan lebih cepat. Padahal, istilah sunat laser sebetulnya kurang tepat.

Di rumah saja menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 meluas. Otomatis semua kegiatan Ayah Bunda sekeluarga berpusat di rumah. Si kecil pun turut tenggelam dalam kesibukan belajar online di rumah.

Mendengar kata sunat, hampir semua anak balita merasa takut. Pasalnya, tindakan itu disamakan dengan pemotongan bagian vital tubuh sehingga terbayang rasa sakit dan nyeri saat proses sunat dilakukan.

Mayoritas masyarakat Indonesia yang muslim memang terbiasa sunat ketika berusia anak-anak. Meski begitu, ada pula sebagian orang yang memutuskan untuk sunat dewasa. Alasannya beragam, mulai dari mereka yang berstatus mualaf hingga menyadari manfaat sunat bagi kesehatan.

Tahukah Ayah Bunda apa fimosis itu?

Fimosis merupakan salah satu masalah medis yang umum dialami balita laki-laki usia dua sampai enam tahun. Kondisi itu ditandai dengan kulit kulup penis melekat pada penis. Akibatnya, kulit kulup tidak bisa ditarik ke belakang menuju arah pangkal. Otomatis kepala penis dan lubang kencing anak pun tertutup kulit kulup.

Masyarakat Indonesia cukup banyak yang terbiasa menyunatkan anak saat masih berusia balita. World Health Organization (WHO) juga menyarankan kepada para orang tua untuk menyunat anak ketika masih berusia balita. Kebiasaan sunat pada usia balita seperti ini, cukup banyak dilakukan oleh masyarakat Kota Medan.

Berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona. Apalagi, virus yang satu ini terkenal memiliki kemampuan penyebaran secara masif. Salah satu upaya pencegahan itu adalah melalui pendirian desinfectan chamber atau bilik disinfektan. Pemakaiannya bertujuan untuk menghilangkan berbagai jenis zat sumber penyakit dari permukaan tubuh.

Pandemi virus Corona Covid-19  mendorong masyarakat membeli Hand Sanitizer. Baca artikel ini selengkapnya tentang penggunaan Hand Sanitizer ini secara bijak.

Nama Klorin mulai sering disebut dan banyak dibeli oleh masyarakat sejak adanya pandemi virus Corona Covid-19. Simak artikel ini selengkapnya tentang penggunaan Klorin secara bijak.

Wabah corona benar-benar menimbulkan rasa takut luar biasa di kalangan masyarakat umum. Apalagi, menurut data Worldmeters, virus corona telah menyerang 209 negara dunia, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai lebih dari 80 ribu jiwa. Ditambah lagi, cara penyebaran virus corona juga sangat mudah dan berlangsung masif. Hanya dengan kontak fisik biasa, seseorang dapat tertular virus corona.

Wabah coronavirus disease 2019 (COVID-19) menimbulkan ketakutan besar di kalangan masyarakat awam. Bahkan, rasa takut tersebut sering muncul secara ekstrem. Akibatnya, orang yang tengah batuk, bersin, atau demam kerap diasosiasikan dengan virus corona. Kondisi seperti itu terjadi karena ketidaktahuan masyarakat dalam membedakan gejala infeksi virus corona dengan flu biasa.

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi